Prabumulih, Tipikorsinvestigasi.id – Desa Pangkul, di bawah kepemimpinan inovatif Kades Jakaria Yadi, kini menjadi sorotan berkat terobosannya dalam budidaya pisang Cavendish secara tumpang sari, yang tak hanya mengerek ekonomi lokal tetapi juga secara langsung mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Prabumulih.
Dikenal sebagai sosok inovatif, Kades Jakaria membuat terobosan dengan memanfaatkan lahan desanya secara optimal, sekaligus membuka lebar peluang kerja dan usaha bagi warganya.
Terobosan ini tak lain adalah budidaya pisang Cavendish yang hasil panennya akan langsung mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Prabumulih.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi angin segar bagi Desa Pangkul.
Mereka melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan perekonomian desa. Langkah konkret yang diambil adalah mengalokasikan lahan seluas 3 hektare khusus untuk budidaya pisang Cavendish.
“Inisiatif ini punya dua tujuan utama: meningkatkan produktivitas lahan desa dan mendukung penuh program Makanan Bergizi Gratis yang digagas Pemerintah Kota Prabumulih,” ungkap Jakaria.
Lebih lanjut, Kades Jakaria menjelaskan bahwa pengelolaan kebun pisang ini awalnya dilakukan oleh warga yang sudah berpengalaman.
“Namun, ke depan, kami akan alihkan pengelolaannya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih terstruktur dan efisien,” tambahnya saat dikonfirmasi Wartasumsel.my.id, Rabu malam (17/09/2025).
Pemilihan pisang Cavendish pun bukan tanpa pertimbangan matang. Selain permintaannya yang stabil di pasar, teknik budidayanya juga relatif mudah diterapkan.
Dengan target 1.000 batang per hektare, total ada 3.000 batang pisang Cavendish yang akan ditanam di lahan seluas 3 hektare ini.
“Dengan perawatan yang baik, kami perkirakan pohon pisang ini akan mulai berbuah setelah satu tahun.
Hasilnya nanti akan kita salurkan langsung ke dapur MBG Kota Prabumulih,” jelas Jakaria. Saat ini, program MBG sudah memiliki tiga dapur operasional yang siap digunakan.
Harga pisang Cavendish yang cukup menggiurkan, sekitar Rp15.000 per kilogram, menjadi daya tarik tersendiri.
“Menanam pisang itu hampir selalu menghasilkan, meski hasilnya mungkin tidak selalu maksimal. Inilah yang membuat kami yakin memilih Cavendish,” tegasnya.
Untuk menjaga kualitas, bibit pisang Cavendish didatangkan langsung dari Lampung, yang dikenal sebagai salah satu sentra pisang unggulan di Indonesia. Penanaman dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan.
Keunikan lain dari inisiatif ini adalah penerapan sistem tumpang sari, yaitu mengombinasikan tanaman pisang Cavendish dengan kelapa sawit.
Strategi ini tak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menjaga kesuburan tanah dan memastikan lahan tetap produktif dalam jangka panjang.
Dengan langkah inovatif ini, Desa Pangkul membuktikan bahwa potensi lokal bisa dikembangkan secara kreatif untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kota Prabumulih pun menunjukkan komitmennya dengan terus mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis ini.
Sumber Kegiatan: Pemerintah Desa Pangkul
Penulis Editor : Pewarta Sumsel








