MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Peristiwa menyayat hati terjadi di Dusun 3 Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, pada hari Selasa (13/1/2026) sekitar sore hari. Seorang anak laki-laki berusia 3,5 tahun bernama Rafael bin Yudi Ertika terbawa arus Sungai Lematang saat bermain di sekitar pangkalan mandi yang berada di pinggir sungai.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM. Situmorang, korban bersama teman sebaya, Alamin (3,5 tahun), sedang bermain di sekitar tangga pangkalan mandi ketika diduga tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.
Akibat usianya yang masih kecil, temannya tidak mampu memberikan bantuan apapun pada saat itu.
Kejadian baru terdeteksi oleh keluarga sekitar pukul 16.00 WIB setelah Rafael tidak muncul dan tidak kembali ke rumah seperti biasa.
Setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian segera mengirimkan tim yang dipimpin oleh Pamapta I Ipda Puryono. SH untuk meninjau lokasi kejadian.
Tim tersebut langsung melakukan langkah-langkah penting yaitu mencatat keterangan saksi mata, memetakan area kejadian, serta mengkoordinasikan dengan BPBD Kabupaten Muara Enim untuk memperkuat upaya pencarian.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD Kabupaten Muara Enim, serta relawan masyarakat sedang melakukan penyiraman secara intensif.
Pencarian dilakukan tidak hanya di sekitar lokasi kejadian, namun juga meliputi area hilir Sungai Lematang yang memiliki potensi menjadi tempat korban terbawa arus.
“Kami telah membagi zona pencarian agar proses berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Tim juga telah bekerja sama dengan nelayan lokal yang mengetahui kondisi sungai dengan baik. Kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan Rafael,” jelas AKP RTM. Situmorang.
Hingga saat berita ini dibuat, upaya pencarian masih terus dilakukan tanpa jeda dengan harapan korban dapat ditemukan dalam kondisi yang terbaik.
HIMBAUAN RESMI UNTUK SELURUH MASYARAKAT
Berdasarkan kejadian ini, pihak berwenang mengeluarkan himbauan penting sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada kejadian serupa di masa mendatang.
Orang tua atau wali harus selalu mengawasi aktivitas anak-anak, terutama ketika mereka berada di sekitar sumber air seperti sungai, kolam, irigasi, atau bahkan sumur. Jangan pernah meninggalkan anak kecil tanpa pengawasan di area berpotensi bahaya.
Sebisa mungkin, jadikan area sekitar sumber air sebagai zona yang tidak boleh diakses oleh anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa.
Bagi yang memiliki fasilitas di pinggir sungai, disarankan untuk memasang pagar pengaman atau palang pembatas yang kokoh dan jelas terlihat.
Ajarkan kepada anak-anak tentang bahaya yang mungkin terjadi jika bermain di sekitar air, serta cara yang benar untuk bertindak jika menemukan orang lain dalam kondisi darurat. Bimbingan ini dapat diberikan dengan cara yang menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak.
Masyarakat yang melihat anak-anak bermain tanpa pengawasan di area berisiko diimbau untuk segera mengingatkan atau menghubungi orang tua mereka. Jika menemukan kejadian darurat atau memiliki informasi terkait pencarian Rafael, silakan hubungi Pihak WhatsApp/TLP 0812-7946-4836 Usmanudin, Pihak Keluarga Korban.
Bagi pemerintah desa dan kecamatan terkait, disarankan untuk mengevaluasi dan meningkatkan sarana keselamatan di sekitar sumber air yang sering digunakan masyarakat, seperti memasang pelampung penyelamat, rambu peringatan bahaya, dan membuat jalur evakuasi yang jelas.
Kami berdoa semoga Rafael segera ditemukan dan keluarga dapat diberikan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak. (DW)








