MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Tak hanya menjaga keamanan, Polsek Rambang Lubai Polres Muara Enim Polda Sumatera Selatan kini turut menjadi “pelayan rakyat” di lahan pertanian Dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan, aparat kepolisian bersama instansi terkait dan masyarakat gelar kegiatan Penanaman Jagung Program III Ketahanan Pangan Kuartal I Tahun 2026 di Desa Pagar Agung, Kecamatan Lubai, Rabu (21/1/2026).
Lahan 1,5 Hektare Jadi Titik Nol Perubahan
Kegiatan berlangsung di lahan milik Kepala Desa Pagar Agung, Bapak Imadul Baldi, yang seluas kurang lebih 1,5 hektare.
Tempat ini bukan hanya sekadar lahan tanam, melainkan dijadikan titik nol untuk mengembangkan areal jagung secara masif dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian desa secara berkelanjutan.
“Kita Bangun Kemandirian Bersama”
Kapolsek Rambang Lubai, AKP Afrinaldi, S.Sos, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari Program III Ketahanan Pangan Polri.
“Penanaman jagung ini bukan cuma acara simbolis ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Kami ingin bersama-sama membangun kemandirian desa dengan sinergi kuat antara TNI, pemerintah kecamatan, pihak pertanian, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya dengan semangat tinggi.
Menurutnya, keberadaan Polri di lapangan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga turut berkontribusi dalam mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini diisi oleh personel Polsek Lubai, Babinsa TNI, tim Kecamatan Lubai, UPTD Pertanian Lubai, pemerintah desa, BPD, hingga masyarakat setempat yang antusias turut serta.
Semangat kebersamaan yang terpancar mencerminkan bagaimana pembangunan dari akar rumput bisa terwujud melalui kerja sama lintas sektor.
Untuk memastikan hasil optimal, digunakan dua jenis benih jagung unggul Hibrida F1 BISI-2 bertongkol dua sebanyak 2 kilogram dan benih Pratiwi 2 sekitar 1 kilogram. Kedua varietas ini dipilih karena memiliki potensi hasil tinggi dan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani desa secara signifikan.
Petani Semangat Terbakar dengan Dukungan Polisi
Kehadiran dan dukungan langsung dari pihak kepolisian membuat semangat para petani desa membara.
Siti Aminah, salah satu petani lokal yang turut serta dalam kegiatan ini, mengaku sangat tergerak.
“Kami merasa tidak sendirian lagi dalam bertani. Biasa saja kita bekerja sendiri di sawah dan ladang, tapi hari ini polisi datang membantu kita tanam jagung ini membuat kita lebih bersemangat dan merasa bahwa usaha kita diperhatikan oleh negara,” ujarnya dengan senyum lebar.
Petani lain, Bapak Samsudin, menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya memberikan tenaga kerja tambahan, tetapi juga menjadi motivasi untuk mengembangkan usaha tani mereka.
“Dengan semangat yang diberikan polisi, kami jadi lebih termotivasi untuk merawat lahan dengan lebih baik dan berharap hasil panen kali ini bisa jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya penuh harapan.
Lebih dari Sekadar Tanam Jagung
Selain sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.
Saat personel Polri bekerja bersama rakyat di bawah terik matahari membajak tanah, menanam bibit, dan merawat lahan itu adalah bukti nyata bahwa negara tidak hanya ada di kantor, tetapi benar-benar hadir dan bekerja bersama rakyat untuk kesejahteraan bersama.(DW)








