Tipikorinvestigasi.id MUARA ENIM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim kembali menuai sorotan tajam. Muncul keluhan terkait makanan yang diduga kerap basi dan tidak layak konsumsi.
Awak media bersama Babinsa Koramil 404-06/Semende, Kapolsek Semende, Bhabinkamtibmas serta pihak kecamatan turun langsung ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (12/05/2026), guna menindaklanjuti keluhan tersebut.
Keluhan itu menyoroti lemahnya pendampingan dari Ahli Gizi yang dinilai menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas makanan. Tim dapur disebut hanya mengandalkan panduan resep melalui telepon genggam tanpa bimbingan teknis secara langsung.
“Sudah beberapa kali makanan basi. Kami mendukung program ini, tapi masyarakat juga berhak mendapatkan makanan yang sehat dan layak dimakan,” ujar salah satu sumber di lokasi.
Permasalahan semakin mencuat setelah pihak ASLAP mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengawasan. Sementara itu, pihak Puskesmas membantah adanya koordinasi resmi dari pengelola terkait pengawasan maupun pendampingan teknis program MBG.
Kapolsek Semende, AKP Rahman Edi, mengingatkan pentingnya koordinasi dan kekompakan seluruh unsur pengelola agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Semua pihak harus saling berkoordinasi dan memperkuat pengawasan agar kualitas makanan benar-benar terjaga dan masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.
Sementara itu, M. Raden Nasran selaku PIC (Person In Charge) menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh apabila kembali ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi atau basi.
“Untuk ke depan, jika memang terjadi lagi makanan yang tidak layak konsumsi atau basi, saya akan evaluasi ASLAP, Ahli Gizi serta chef, dan bukan tidak mungkin akan terjadi pergantian,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi tersebut dilakukan demi menjaga kualitas pelayanan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.//Karmin









