BREKING NEWS : Fenomena Keresahan Masyarakat Kini di Tambah Oleh Truk Angkutan Kelapa Sawit PT.BSP

oleh
oleh

MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Masyarakat di desa Muara Lawai Mulai resah karena truk-truk pengangkut kelapa sawit yang melintas melebihi kapasitas muatan (overtonase).

 

banner 336x280

Hal ini di khawatirkan menyebabkan kerusakan jalan dan menimbulkan potensi bahaya bagi warga desa dan pengguna jalan lain. Minggu (03/08/2025).

Mereka juga khawatir akan keselamatan diri dan keluarga karena potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat truk yang tidak stabil atau berpapasan di jalan sempit.

Overtonase adalah kondisi dimana truk membawa muatan melebihi batas maksimal yang diizinkan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan, seperti jalan berlubang, retak, dan sebagainya.

Tentunya Dampak Kerusakan Jalan, akibat truk overtonase tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Jalan yang rusak dapat membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya, terutama saat cuaca buruk.

Truk overtonase memiliki potensi bahaya yang lebih besar, terutama saat berpapasan di jalan sempit atau saat melewati tanjakan.

Truk yang kelebihan muatan bisa kehilangan kendali, terguling, atau mengalami kecelakaan lainnya.
Tanggung Jawab.

Pihak-pihak terkait, seperti perusahaan pemilik truk dan pengemudi, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa truk yang mereka gunakan tidak melebihi kapasitas muatan yang diizinkan.

Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam menegakkan peraturan terkait tonase kendaraan dan melakukan perbaikan jalan yang rusak.

Mengutip Keluhan warga Desa Muara Lawai melalui Pesan WhatsApp ke Redaksi ” Pribadi galo itu yg ngesup ngambil buah di PT BSP yg dulu nama PT nye PBJ,, katek yg perusahaan.. sebagian punyo mantan kades lubes dan semuanyo di hendel Ex mantan kades lubes ” Lanjut Warga menggunakan Bahasa Daerah.

Padahal jln umum khusus mobil2 besar yg lebih dri 10 ton keatas kan di jln tjik agus kiemas ( islamic ) kepur. Sambung Warga melalui Pesan Whatsap”

“Trus knp mereka tdk mau lewat islamic,,dan berani melanggar lewat jln HTI yg bkn jln khususnya,,berarti pejabat2 kabupaten semuanya yakin sdh sdh tau ..apakah takut dg yg nama trsb ? Tutupnya”

 

Hingga berita ini di turun kan baik pihak pengurus maupun pihak perusahaan ketika di konfirmasi diam seribu bahasa, Nex Lanjutan investigasi di lapangan. (AL)

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.