SIMEULUE, Tipikorinvestigasi.id – Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris S.H., M.H. atau akrab disapa Monas, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Simeulue Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Wisma Harti, Sinabang, pada Kamis (30/4/2026) dan dihadiri oleh berbagai elemen penting pemerintahan serta tokoh masyarakat setempat.
Mengusung tema “Melalui Muscab MAA Kabupaten Simeulue, Kita Tingkatkan Peran Adat dalam Mewujudkan Masyarakat Simeulue yang Bermartabat”, kegiatan ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi kinerja lembaga adat, menyusun program kerja ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan mengemban amanah selama periode mendatang.
Dalam sambutannya, Bupati Monas menegaskan bahwa lembaga adat memiliki posisi yang sangat vital sebagai filter sosial yang menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai adat istiadat, kata dia, bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi pedoman hidup yang mampu mengarahkan masyarakat agar tetap berpegang teguh pada moral dan etika di tengah arus perubahan zaman.
“Kita patut bersyukur, Simeulue menjadi salah satu daerah yang hingga kini tetap konsisten menjaga, menghormati, dan menerapkan adat istiadat dalam setiap aspek kehidupan. Namun, pelestarian ini tidak boleh berhenti, kita harus terus berinovasi dalam mensosialisasikannya kepada generasi muda agar warisan budaya ini tidak punah dan tetap relevan,” tegasnya.
Selain sebagai penjaga nilai budaya, Bupati juga menyampaikan harapan besar agar MAA dapat berperan aktif mendorong kemajuan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata. Menurutnya, kekhasan adat dan budaya menjadi daya tarik utama yang dapat dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Adat kita adalah identitas kita. Saya harap tokoh adat dapat merancang konsep penyambutan dan aktivitas budaya yang bisa ditampilkan kepada wisatawan, sehingga mereka tidak hanya melihat keindahan alam Simeulue, tetapi juga merasakan kearifan lokal yang kita miliki. Ini menjadi kontribusi nyata adat dalam memajukan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh tokoh adat, perwakilan mukim, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi penyeimbang sosial, memastikan bahwa kemajuan dan modernisasi yang masuk tidak mengikis jati diri serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pada Muscab kali ini, proses demokrasi adat akan berlangsung dengan diikuti lima calon pemimpin yang bersaing secara sehat untuk memimpin organisasi, yaitu Rapian S.E., T. Syawal, Jaraman, Drs. H. Ali Usman, dan Ir. Ikhsan Musti. Hasil pemilihan nantinya akan menentukan arah kebijakan dan program kerja MAA Simeulue untuk masa bakti selanjutnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin S.Pd., perwakilan Kajari Simeulue Fachri Albar, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Simeulue Alamsyah S.Ag., Asisten Administrasi Umum Setdakab Zulfata S.P., M.P., Inspektur Kabupaten Drs. Alwi, Kepala Dinas Pariwisata Mukhsin Gafar S.H, Sekretaris MAA, serta para kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue.
Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi yang erat antara pemerintah dan lembaga adat dalam membangun daerah. (Uris)









