Dari Limbah Menjadi Berkah Batik Boek Khaman Ubah Limbah Jadi Cat Tembok Bernilai Ekonomi

oleh
oleh

MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Di sebuah rumah sederhana bernama Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, aroma khas pewarna batik dan tawa ceria para perempuan warga desa selalu terdengar bersahut‑sahutan.

Di antara mereka, Etika Oktasari, Ketua Kelompok Batik Boek Khaman, tampak tekun mengaduk cairan berwarna kecokelatan dalam ember besar.

banner 336x280

Bukan pewarna baru, melainkan limbah cair dari proses pembatikan yang dulunya hanya dibuang, kini justru menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

“Dulu, limbah ini kami buang begitu saja ke parit. Airnya keruh dan mencemari lingkungan, serta kami tidak tahu cara mengatasinya. Siapa sangka, hari ini limbah yang dianggap sampah itu bisa diolah menjadi cat tembok dan memberi kami penghasilan tambahan,” kenang Etika dengan rasa syukur.

Perubahan positif ini bermula ketika PT Pertamina EP (PEP) Limau Field menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun berdampak luas: mengubah limbah batik menjadi berkah ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Melalui program pengelolaan limbah berbasis masyarakat, PEP Limau Field bekerja sama dengan tim akademisi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk melatih para perajin mengolah limbah cair batik menjadi air yang dapat digunakan kembali dan bahan baku cat tembok alami.

“Selama ini limbah batik belum dikelola secara optimal. Dengan penerapan teknologi sederhana berbasis koagulasi, flokulasi, dan sistem aerasi, limbah yang dulunya mencemari lingkungan kini dapat dimanfaatkan kembali, bahkan menghasilkan produk bernilai jual,” jelas Dr. Martha Aznury, M.Si, dosen Unsri yang membimbing program ini.

Di halaman belakang Rumah Kreatif Boek Khaman, kini telah terpasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mini yang dirancang khusus untuk skala kebutuhan desa.

Air hasil olahan dari instalasi ini dapat dipakai kembali sebagai air baku proses pembatikan, sedangkan endapan padatannya diolah menjadi cat tembok alami dengan warna‑warna lembut khas tanah: krem, oker, dan cokelat muda.

“Saat pertama kali mencobanya, kami sendiri tidak menyangka hasilnya akan sebaik ini. Catnya menempel kuat, warnanya alami dan lembut, serta harganya cukup bersaing di pasaran,” ujar Etika dengan senyum bangga.

Kini, selain tetap memproduksi kain batik, kelompok ini juga memasarkan cat tembok alami kepada warga sekitar. Sebagian hasil olahan bahkan telah digunakan untuk mengecat dinding Rumah Kreatif mereka sendiri.

Program ini tidak berhenti hanya pada pelatihan teknis; PEP Limau Field juga membangun fasilitas Rumah Kreatif Boek Khaman sebagai ruang belajar, berkarya, dan bertukar gagasan bagi para perempuan desa setiap harinya.

“Rumah kreatif ini menjadi tempat kami mengembangkan kemampuan.

Dulu kami hanya mengerti cara membatik, sekarang kami juga belajar mengelola limbah, menjaga lingkungan, hingga memasarkan produk hasil karya sendiri,” Tambahnya.

Camat Rambang Niru, Deny Eka Saputra, S.P. menyambut baik terobosan ini. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata sinergi yang membawa manfaat ganda bagi masyarakat.

“Ini adalah langkah yang sangat cerdas dan bermanfaat. Masalah limbah yang selama ini menjadi tantangan, kini berubah menjadi peluang ekonomi. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi kelompok usaha lain di wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Raman, Hengkri Triansyah, A.Md. mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan PEP Limau Field dan Unsri. Ia menyatakan bahwa Rumah Kreatif Boek Khaman kini menjadi kebanggaan warga desa.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan.

Program ini tidak hanya mengubah cara pandang warga terhadap limbah, tetapi juga meningkatkan taraf hidup mereka. Kami siap mendukung agar kegiatan ini terus berjalan dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Keterangan foto: Pengolahan limbah hasil Batik Boek Khaman di Desa Lubuk Raman yang dibina oleh PEP Limau Field) (JML)

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.