Oleh: Pewarta Sumsel
Kehilangan kasih sayang ibu di usia yang masih sangat belia bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keterbatasan dan kepahitan itulah, lahir jiwa yang tangguh, berkarakter kuat, dan tidak pernah mengenal kata menyerah.
Inilah kisah nyata perjalanan luar biasa Deri Putra Wijaya, kisah yang membuktikan bahwa pengorbanan, doa tulus, dan kerja keras tanpa henti pasti akan berbuah hasil yang manis dan membanggakan.
Sejak berusia 7 tahun, tepatnya pada tanggal 20 September 2012, hidup Deri harus berubah drastis. Ia dipaksa merasakan kehilangan besar yang mendalam, berpulangnya ibu tercinta membuat ia harus tumbuh besar tanpa belaian dan kasih sayang seorang ibu kandung.
Meski terasa berat dan menyakitkan, takdir Tuhan ternyata indah pada waktunya.
Di saat itu, kehadiran sosok neneknya menjadi pelita dan cahaya harinya.
Neneknya, sosok orang tua dari ayahanda Deni Wijaya, hadir dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang tulus.
Beliau berperan besar menggantikan sosok ibu, menjaga, merawat, dan membesarkan Deri sepenuh hati agar tumbuh menjadi anak yang baik dan berbakti.
Di saat yang sama, sang Ayah, Deni Wijaya, berjuang keras banting tulang, bekerja siang malam mencari nafkah demi memastikan masa depan anak tercinta terjamin dan terpenuhi.
Memasuki tahun 2018, kebahagiaan kembali hadir menyempurnakan kasih sayang yang selama ini dirindukan. Sosok mulia bernama Alika Oktavia hadir mengisi kekosongan di hati Deri sebagai ibu pengganti.
Dengan keikhlasan luar biasa, beliau turun tangan mendidik, membimbing, dan memberikan kasih sayang yang sama tulusnya seperti ibu kandung.
Kehadiran Alika Oktavia menjadi kekuatan besar dan semangat tambahan yang mengantarkan langkah Deri semakin dekat menuju cita-cita mulianya menjadi seorang Abdi Negara.
Perjalanan pendidikan Deri pun ditempuh dengan tekun dan rajin. Ia menempuh pendidikan menengah atas di SMA Tunas Bakti Prabumulih, sebuah sekolah menengah atas swasta yang berlokasi di Jl. Baru No. 218, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Aldrin, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah, Asmara Murni, S.Ag., sekolah ini tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan.
Berkat bimbingan para pendidik di sana, Deri Putra Wijaya berhasil menamatkan pendidikannya dengan baik pada tahun 2025.
Lulus sekolah bukan berarti beristirahat. Ia sadar, untuk meraih cita-cita menjadi prajurit, persiapan maksimal baik fisik, mental, maupun pengetahuan adalah syarat mutlak.
Tanpa menunggu lama, Deri memilih menempuh pendidikan dan pembinaan intensif di lembaga persiapan BRAVO 01, sebuah tempat yang telah teruji dan dikenal sebagai kawah candradimuka pencetak calon-calon prajurit tangguh dan berprestasi.
Bertempat di Asrama Yon Zipur 2 / SG, Km 6, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, dengan lokasi latihan rutin di Lapangan Bola Kaki Praka Pujatnoko, di sinilah karakter Deri ditempa dan dibentuk.
Di bawah bimbingan para pelatih yang tidak hanya tangguh namun juga berpengalaman, disiplin tinggi, dan berdedikasi luar biasa, yaitu Peltu Dedi Darmadi, Peltu M. Suharjo, serta rekan sejawat Alkhoiri yang merupakan anggota aktif Yon Zipur 2, Deri digembleng sekuat tenaga.
Lembaga BRAVO 01 yang dapat dihubungi melalui nomor WhatsApp 082372822338 ini, bukan sekadar tempat belajar biasa.
Di sini, mental baja ditempa, fisik dibentuk maksimal, dan wawasan diperluas dengan materi yang tepat sasaran.
Kualitas pembinaan di lembaga ini sudah tidak diragukan lagi, terbukti dari banyaknya lulusan atau alumni yang telah sukses mengukir prestasi dan resmi dilantik menjadi Prajurit TNI dari tahun ke tahun.
Deri hanyalah satu dari sekian banyak pemuda yang berhasil mengubah mimpi menjadi kenyataan berkat bimbingan dan pola latihan terbaik yang diterapkan BRAVO 01.
Ketekunan mengikuti setiap materi, keringat yang menetes di setiap latihan, serta didikan keras namun penuh kasih sayang dari para pelatih, menjadi bekal emas bagi Deri.
Ilmu dan kesiapan yang didapatkannya di tempat inilah yang menjadi modal utama, menjadikannya memiliki kepercayaan diri tinggi saat beranjak mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI.
Hasilnya tidak mengecewakan jerih payah yang telah dilalui. Berbekal tekad baja, persiapan matang, doa restu tulus dari nenek tercinta, serta dukungan penuh kedua orang tua yang membesarkannya, Deri Putra Wijaya dinyatakan Lolos dan diterima menjadi Prajurit TNI Sekolah Calon Tamtama (SECATA) Gelombang 1 Tahun 2026 pada tanggal 19 Maret 2026.
Perjalanan pendidikan militer di Rindam II/Sriwijaya Lahat yang dijalaninya sangat berat, penuh tantangan fisik dan mental yang menguji batas kemampuan manusiawi.
Namun, Alhamdulillah, Deri senantiasa dikelilingi orang-orang baik, teman seperjuangan, dan keluarga yang selalu mendukung serta mendoakannya dari jauh.
Hingga akhirnya pada tanggal 22 Mei 2026, mimpi besar yang ditanam sejak kecil itu resmi terwujud sepenuhnya.
Melalui prosesi pelantikan yang sakral dan penuh haru, Deri Putra Wijaya kini telah sah menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) Kecabangan Infanteri TNI Angkatan Darat.
Sebuah kisah nyata yang mengajarkan kita satu hal penting Keterbatasan bukanlah penghalang, dan kehilangan bukanlah kelemahan.
Sebaliknya, semua itu bisa berubah menjadi kekuatan dahsyat untuk bangkit, berjuang, dan membanggakan keluarga serta tanah air tercinta.
Keberhasilan Deri dan puluhan pemuda lainnya yang telah lulus menjadi prajurit adalah bukti nyata bahwa BRAVO 01 layak menjadi pilihan utama bagi para pemuda pemudi yang ingin mengabdikan diri kepada negara.
Di tangan pelatih-pelatih hebat, bakat dan semangat muda akan dibentuk menjadi kekuatan pertahanan negeri yang tangguh.
Selamat berbakti, Prajurit Dua Deri Putra Wijaya. Semoga menjadi teladan dan kebanggaan bagi keluarga, almamater SMA Tunas Bakti, tempat pembinaan BRAVO 01, serta bangsa Indonesia.










