MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Kemunculan seekor binatang buas yang diduga beruang dewasa berwarna hitam membuat warga Desa Baru Rambang, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, meningkatkan kewaspadaan.
Binatang tersebut dilaporkan muncul di sekitar aliran Sungai Rambang dan anak Sungai Selingsing.

Informasi terkait kemunculan binatang ini sebelumnya menyebar luas di media sosial. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Intelkam Polsek Rambang segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan pada Senin, 28 September 2026, guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Hasil pengecekan dan keterangan sejumlah warga mengonfirmasi bahwa kemunculan binatang yang diduga beruang itu memang terjadi dalam dua hari berturut-turut.
Kemunculan pertama dilaporkan pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di pinggir Sungai Selingsing, Dusun I, Desa Baru Rambang.
Warga bernama Ariadi melaporkan hal tersebut kepada Kepala Desa Baru Rambang, Syahibul Padilah. Sesampainya di lokasi, Kepala Desa masih melihat binatang yang diduga beruang itu sedang berada di sungai dari jarak sekitar 500 meter dan sempat mengabadikan gambar serta video.
Setelah sekitar 30 menit, binatang itu bergerak menuju kawasan hutan.
Kemunculan kembali terjadi pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, di pinggir Sungai Rambang. Kali ini, Sarmedi, warga sekaligus Linmas, melihat binatang tersebut berada sekitar 15 meter darinya. Setelah 15 menit, binatang itu kembali menuju hutan. Sarmedi pun segera melaporkan kejadian kepada Kepala Desa.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syahputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan dan pengumpulan keterangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Baru Rambang dan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kemunculan binatang tersebut,” ujarnya.
Masyarakat diimbau agar tidak mendekati, mengejar, maupun memprovokasi binatang tersebut jika terlihat kembali.
Warga yang melihat diminta segera menjauh ke tempat aman dan melaporkan kepada pemerintah desa atau kepolisian.
“Jangan mengambil tindakan sendiri. Utamakan keselamatan dan segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani secara tepat,” tegas Kapolsek.
Polsek Rambang juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan. Pihak BKSDA dijadwalkan segera turun ke lokasi untuk memastikan jenis satwa serta melakukan penanganan yang tepat.
Warga diharapkan tetap tenang namun berhati-hati beraktivitas di sekitar sungai dan kawasan berbatasan dengan hutan hingga adanya tindak lanjut resmi.














