MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Proses penerimaan karyawan yang dilakukan secara tertutup di sebuah kafe di Muara Enim oleh PT Aiti Mitra Utama (AMU) Site Banko memicu sorotan tajam dan kecurigaan.
Perusahaan yang merupakan subkontraktor PT PAMA Persada Nusantara di lingkungan IUP PT Bukit Asam Tbk ini diduga tidak transparan dan menolak merespons konfirmasi dari pihak media. Sabtu (29/08/2026).
Kejanggalan ini terungkap pada Selasa (11/08/2026), ketika proses wawancara dan tes kerja berlangsung di ruang tertutup sebuah kafe tanpa pengumuman resmi luas.
Tidak ada informasi di media resmi perusahaan, papan informasi desa, maupun instansi terkait, sehingga hanya diketahui segelintir orang dan diduga menyebar lewat jalur “orang dalam”.
Kegiatan ini terketahui secara tidak sengaja oleh jurnalis dan perwakilan ormas yang sedang berkunjung. Di lokasi teridentifikasi pelaksana antara lain Suhartatik (PJO), Efri Sugianto, dan Nopran, namun ketiganya enggan memberikan penjelasan apa pun saat ditanya.
Praktik ini dinilai tidak adil oleh masyarakat dan berpotensi melanggar aturan.
Di tengah tingginya angka pengangguran, warga kecewa karena tidak mendapatkan kesempatan setara, serta menganggap lokasi dan kerahasiaan ini terkesan mencurigakan dan rawan nepotisme.
⚖️ DIDUGA MELANGGAR ATURAN KETENAGAKERJAAN
Kasus ini diduga bertentangan dengan.
1. UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 35: Kewajiban memberikan kesempatan kerja yang sama tanpa diskriminasi.
2. UU Cipta Kerja & PP No. 34/2021: Prinsip keterbukaan dalam rekrutmen.
3. Perda Muara Enim: Kewajiban memprioritaskan tenaga kerja lokal dan melapor ke Dinas Tenaga Kerja.
Hal ini diperkuat keterangan Kabid Penta Disnaker Muara Enim, Noperian, yang menegaskan belum menerima laporan resmi terkait kegiatan perekrutan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi berulang melalui pesan WhatsApp kepada pihak manajemen PT AMU yang diwakili PJO Suhartatik tidak mendapatkan tanggapan sama sekali, terkesan menutup telinga dan mengabaikan pertanyaan publik.
Muara Enim, 27 Agustus 2026
Reporter: Alan Dopalga
Kontak: 0857 0946 0855








