PALEMBANG, Tipikorinvestigasi.id – Penemuan benda berisiko berjenis senjata rakitan yang direkayasa identik dengan benda sehari-hari, menjadi bahan kajian strategis dalam evaluasi sistem keamanan publik.
Ketua Umum Lentera Hijau Sriwijaya, Febri Zulian S menyampaikan pandangan mendalam terkait insiden di mana alat pendeteksi logam tipe Panhead tidak memberikan respon indikasi saat pemeriksaan, Senin (18/05/2026).
Objek yang berhasil diamankan aparat keamanan merupakan alat tajam berukuran mikro lengkap dengan komponen fungsionalnya, yang dimodifikasi dengan presisi tinggi hingga memiliki kesamaan bentuk, dimensi dan tampilan fisik persis seperti korek api standar berukuran saku.
Berkat kewaspadaan dan ketelitian prosedural petugas di lapangan, benda tersebut berhasil disita sebelum menimbulkan potensi bahaya, meski sistem deteksi elektronik tidak memberikan sinyal apapun saat pengujian berlangsung.
Menurut analisis teknis dan penjelasan Febri Zulian S, fenomena ini merupakan hal yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan sangat wajar terjadi pada tingkatan teknologi saat ini.
“Secara prinsip teknis, kondisi ini sepenuhnya logis dan dapat dimengerti.
Senjata ini dikembangkan menggunakan komposisi material khusus dengan kandungan unsur logam sangat rendah, serta terbungkus lapisan bahan non-logam berdensitas tinggi.
Spesifikasi alat pendeteksi Panhead dirancang berdasarkan standar ambang batas massa logam tertentu, sehingga untuk objek berukuran sangat kecil dengan karakteristik material khusus tersebut, perangkat tidak merespon sesuai parameter kerjanya,” ungkap Febri Zulian S.
Lentera Hijau Sriwijaya menilai peristiwa ini bukan mencerminkan kelemahan alat, melainkan menjadi indikasi tantangan baru dalam manajemen keamanan global.
Tren modifikasi barang sipil menjadi alat berbahaya, melahirkan kategori ancaman tersembunyi yang menuntut pendekatan penanganan lebih komprehensif dan adaptif.
“Kenyataan ini memberikan pelajaran strategis bagi seluruh pemangku kepentingan, bahwa teknologi memiliki batasan kapabilitas.
Oleh karenanya, sistem pengamanan yang efektif harus dibangun atas sinergi seimbang antara dukungan perangkat canggih, penyempurnaan prosedur operasional, serta peningkatan ketajaman analisis visual sumber daya manusia di lapangan. Integrasi inilah yang menjadi kunci utama keselamatan jangka panjang,” tegasnya.
Pihaknya berharap pemahaman ini menjadi landasan evaluasi menyeluruh, guna meningkatkan standar operasi keamanan agar selaras dengan perkembangan pola rekayasa benda berbahaya yang semakin variatif di masa mendatang.
(Laporan Tim Redaksi)
Sumber: Lentera Hijau Sriwijaya
✍️ Penulis Editor: Pewarta Sumsel









