Innallaha Yatahabbul Mu’mineen Kekompakan Masyarakat Segamit Semarakkan Peringatan Israk Mi’raj dengan Semangat Iman dan Silaturahmi

oleh
oleh

MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – “Innallaha Yatahabbul Mu’mineen” (Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang beriman) – demikian sabda Rasulullah SAW yang menjadi pondasi bagi masyarakat Kampung 1/Talang Berangin RT 1 Desa Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dalam merayakan peringatan Israk Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pada Minggu (25/01/2026) di Mushola Miftakhul Jannah, warga dengan penuh kekompakan melaksanakan acara pemotongan seekor sapi, bukan hanya sebagai bentuk syukur, melainkan juga sebagai wujud penghayatan akan kebesaran Allah SWT yang telah memberikan nikmat perjalanan Israk Mi’raj sebagai bukti kasih sayangnya kepada umat manusia.

banner 336x280

Israk Mi’raj yang merupakan perjalanan spiritual yang mulia telah menginspirasi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menguatkan komitmen dalam pendidikan agama.

Acara yang dipenuhi kehangatan dan kebersamaan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, seluruh warga Desa Segamit, serta tamu kehormatan dari Pondok Pesantren Al-Harmayen Desa Pulau Anggung, Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa.

“Silaturrahim min iman, dan orang yang tidak menyambung silaturrahim tidak akan masuk surga” (HR. Muslim) adalah ajaran yang hidup dan dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

M. Jauhari, Ketua RT 1, dalam sambutannya mengutip sabda Rasulullah SAW “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah daripada seorang hamba yang mudah bersyukur” saat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan, terutama kepada Ustad Kurnadi pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang telah lama mengabdi.

“Kami berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita Ustad Kurnadi, yang dengan penuh kesabaran mengajarkan anak-anak kita membaca ayat suci Al-Qur’an dan menjalankan shalat lima waktu.

Beliau menerapkan ajaran Rasulullah yang mengatakan “Barangsiapa mengajarkan ilmu kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mempelajarinya, tanpa mengurangi pahala orang yang mempelajarinya sedikit pun” (HR. Tirmidzi),” ucapnya dengan penuh penghormatan.

Ustad Kurnadi, pengasuh TPA, menyampaikan pesan penting tentang sinergi pendidikan antara lembaga dan keluarga, dengan mengingatkan akan sabda Nabi SAW “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian orang tuanya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi”.

“Kami telah memberikan pembelajaran setiap pagi dan sore, namun pendidikan di rumah tidak boleh terlewatkan. Kurangnya waktu belajar mandiri di rumah menjadi tantangan yang harus kita atasi bersama.

Marilah kita jadikan rumah sebagai tempat pertama dan utama untuk mendidik anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang memahami bahwa “Ilmu adalah cahaya” (HR. Muslim),” ujarnya.

Ia juga mengajak orang tua untuk lebih aktif mendukung, mengantar anak-anak datang lebih awal ke TPA, dan membimbing mereka belajar setiap malam.

Ustad Zikri dari Desa Aremantai menyampaikan tausiyah yang penuh makna tentang pentingnya menghormati guru dan mendidik anak dengan benar. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW “Hormatilah guru kamu dari yang pertama hingga yang terakhir” (HR. Abu Dawud).

“Di zaman sekarang, kita sering melihat kurangnya penghormatan terhadap guru, padahal ilmu yang kita miliki adalah anugerah dari mereka.

Kita harus mampu menyelamatkan diri dari api dunia dan api akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah

“Ada tujuh golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu orang yang selalu bersabar, orang yang selalu benar, orang yang selalu dermawan, orang yang hatinya selalu dekat dengan masjid, orang yang menyukai orang soleh hanya karena Allah, orang yang diinginkan oleh wanita karena kemuliaan agamanya namun ia menjauhinya karena takut kepada Allah, dan orang yang menyembunyikan (perbuatan baiknya) yang dilakukannya di malam hari dan siang hari” (HR. Bukhari dan Muslim),” jelasnya.

Ustad Zikri juga menekankan pentingnya mencari rezeki yang halal, dengan mengingatkan akan sabda Nabi SAW

“Hendaklah kamu makan makanan yang halal dan baik, karena sesungguhnya tangan Allah SWT berada di atas tangan orang yang memberikan rezeki secara halal”.

“Kebaikan akan datang jika kita menjalani hidup dengan ikhlas dan mencari rezeki yang benar-benar halal.

Seorang guru akan selalu merasa bangga jika murid-muridnya berhasil dan memiliki akhlak mulia sesuai dengan ajaran “Sesungguhnya akhlak yang baik itu menyucikan hati” (HR. Muslim),” tambahnya dengan penuh semangat.

Acara peringatan Israk Mi’raj ini bukan hanya menjadi momen untuk merenungkan perjalanan spiritual Nabi SAW, melainkan juga menjadi wadah untuk menyemarakkan nilai-nilai kekompakan, penghormatan terhadap ilmu dan guru, serta komitmen bersama dalam mendidik generasi muda menjadi pribadi yang kuat dalam iman, bertaqwa kepada Allah SWT, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Jurnalis: Rahman

Sunting Editor, I’m”Tur,, Deni Trisula

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.