MUARA ENIM, Tipikorinbestigasi.id – Jalan penghubung antara Desa Embacang dan Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Kelekar.
Ironisnya, proyek Pamsimas yang baru selesai dibangun satu bulan lalu pun ikut terendam, memicu amarah warga terhadap kualitas pengerjaan dan ketidakpedulian pemerintah. Sabtu (13/12/2025).
Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan mengubah sungai menjadi “wisata dadakan”, tetapi juga menyoroti lemahnya perencanaan dan pengawasan proyek di daerah rawan banjir. Sebagian rumah warga di sekitar lokasi juga ikut terendam, menambah penderitaan masyarakat.
“Sudah diberitakan sebelumnya bahwa lokasi ini rawan banjir, sumur pun hanya beberapa meter saja dalamnya.
Tapi pemerintah tutup mata dan diam saja! Lihat sekarang, proyek baru seumur jagung sudah kebanjiran,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Warga menilai, pemerintah daerah telah gagal dalam mengantisipasi potensi banjir dan mengabaikan peringatan yang sudah disampaikan.
Mereka menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek infrastruktur di daerah rawan bencana, serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek Pamsimas yang dinilai tidak efektif dan membuang-buang anggaran.
“Jangan hanya bangun proyek asal jadi! Kami butuh solusi nyata, bukan proyek yang malah menambah masalah,” tegas warga lainnya.
reporter Subeki









