MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Kondisi jalan penghubung Desa Gemawang menuju Desa Jemenang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, semakin memprihatinkan dan menjadi beban berat bagi masyarakat empat desa.
Ruas jalan yang menjadi akses utama bagi warga Desa Gemawang, Suban Jeriji, Aur Duri, dan Manunggal Makmur kini penuh dengan kubangan lumpur dan genangan air yang tak kunjung terselesaikan.
Perhatian utama masyarakat bukan hanya pada mobilitas sehari-hari, tetapi lebih kepada akses pendidikan bagi anak-anak mereka yang merupakan generasi penerus bangsa.
Banyak siswa yang terpaksa melalui jalan rusak ini setiap hari, terkadang harus berjalan kaki melewati genangan air atau lumpur yang dalam hanya untuk mencapai sekolah.
“Kami khawatir kondisi jalan ini akan mengganggu proses belajar mengajar anak-anak kami.
Ada beberapa siswa yang terlambat bahkan tidak bisa masuk sekolah karena jalan tidak bisa dilewati dengan aman,” ujar salah seorang warga Desa Aur Duri yang tidak ingin disebutkan namanya.
Salah satu perwakilan masyarakat, Ag, menyampaikan kepada awak media, “Bantu kami pak, sampaikan suara kami melalui berita agar masalah ini bisa mendapatkan perhatian yang layak.”
Selain menjadi akses masyarakat dan sekolah, jalan ini juga sering dilalui kendaraan operasional PT Musi Hutan Persada (MHP). Sebelumnya, pada Maret 2023 telah ada kesepakatan mediasi antara pihak desa dan PT MHP yang menyepakati perbaikan jalan sepanjang 4 km hingga April 2023.
Namun hingga saat ini, pekerjaan belum selesai secara penuh – hanya 3,4 km yang telah dilakukan perbaikan profil dasar, sementara 600 meter sisanya serta pengerasan hamparan batu belum terealisasi.
Kondisi jalan semakin memburuk setelah wilayah ini terdampak banjir pada awal Februari 2026 seperti data yang diterima dari BPBD Kabupaten Muara Enim. Genangan air yang menetap membuat permukaan jalan semakin longsor dan berlubang.
Masyarakat mengajukan keluhan dan mengharapkan dukungan nyata dari PT MHP sebagai pengguna jalan untuk operasional bisnisnya, serta perhatian dari pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari solusi permanen. Mereka berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan agar anak-anak bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman.(DW)









