MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Menunjukkan kekompakan yang tinggi, seluruh anggota Serikat Ataran Sawa Capriting bersama warga Dusun Buruk Ulu, di wilayah Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan dan menebas semak belukar di pinggir jalan utama yang menjadi akses menuju lahan persawahan mereka. Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan pada Senin (25/05/2026).
Aksi bersih-bersih ini diikuti oleh 17 orang anggota serikat, mulai dari jajaran pengurus hingga anggota biasa.
Sejak pukul 07.00 WIB pagi, para peserta sudah berkumpul di titik kumpul dengan membawa peralatan kerja masing-masing, seperti parang, cangkul, sabit, hingga mesin pemotong rumput, guna menebas dan membersihkan bahu jalan yang sudah tertutup rumput liar dan semak belukar yang tumbuh cukup lebat.
Ketua Serikat Ataran Sawa Capriting, Subhan, didampingi Wakil Ketua Zahran, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan demi memperlancar akses para petani menuju lahan persawahan yang selama ini terhambat akibat kondisi jalan yang tidak terawat.
Menurutnya, jalan tersebut sudah lama tidak dibersihkan sehingga menyulitkan perjalanan, apalagi saat musim hujan tiba.
“Jalan ini sudah lama tidak dibersihkan. Kalau hujan, jalannya licin dan sangat susah dilalui. Dengan adanya kerja bakti bersama ini, kami berharap akses ke sawah menjadi lebih mudah dan lancar, di samping itu biaya angkut hasil panen pun bisa ditekan karena kendaraan bisa lewat dengan aman,” ujar Subhan di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan yang berlangsung seharian penuh ini, warga tidak hanya membersihkan badan jalan sepanjang beberapa meter tersebut, tetapi juga memperbaiki beberapa titik jalan yang rusak atau berlubang serta membuat saluran air kecil.
Hal ini bertujuan agar air hujan tidak lagi menggenang dan merusak badan jalan, sehingga kondisi akses tetap terjaga dengan baik.
Kepala Desa Siring Agung, Alpian Munawar, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai, semangat kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga merupakan contoh nyata dari kemandirian masyarakat dalam merawat sarana pendukung pertanian.
“Ini adalah contoh yang sangat bagus, bagaimana warga bisa mandiri dalam merawat infrastruktur pertanian mereka. Kekompakan seperti ini tentu akan selalu mempererat ikatan silaturahmi antarwarga.
Kami dari pemerintah desa sangat mendukung langkah ini dan siap membantu jika ada hal yang perlu dikoordinasikan ke tingkat desa,” ungkap Alpian.
Diketahui, Serikat Ataran Sawa Capriting merupakan kelompok tani yang aktif mengelola lahan persawahan di wilayah Dusun Buruk.
Hasil panen dari lahan-lahan yang dikelola kelompok ini selama ini menjadi salah satu sumber pangan utama bagi warga di wilayah setempat.
Warga berharap, setelah akses jalan ini bersih dan terawat, proses pengangkutan pupuk, bibit, hingga hasil panen nantinya bisa berjalan lebih cepat, hemat biaya, dan jauh lebih aman.
Ke depannya, mereka berencana menjadikan kegiatan kerja bakti serupa sebagai agenda rutin yang dilaksanakan maksimal tiga kali dalam setahun, terutama menjelang dimulainya musim tanam.
(Jurnalis: Rahman)










