Kondisi Muara Enim Saat Ini Tidak Baik-Baik Saja, Infrastruktur hingga Ekonomi Jadi Tantangan Penanganan

oleh
oleh

MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id Sumsel – Rabu, 13 Mei 2026.Kondisi Kabupaten Muara Enim saat ini menghadapi sejumlah tantangan serius di bidang infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah bersama masyarakat terus melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan.

Beberapa ruas jalan kabupaten dan desa di Kecamatan Semende Darat Ulu, Semende Darat Tengah, serta Rambang Dangku masih mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan sejak awal tahun 2026. Kerusakan jalan tersebut berdampak pada terganggunya distribusi hasil pertanian dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

banner 336x280

Di wilayah perkotaan Muara Enim, persoalan tumpukan sampah di TPS liar dan saluran air tersumbat masih menjadi perhatian.

Dinas Lingkungan Hidup mencatat adanya peningkatan volume sampah rumah tangga sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

Sementara itu, BMKG Sumsel mencatat curah hujan di wilayah Muara Enim masuk kategori tinggi pada periode Maret hingga April 2026. Akibatnya, sejumlah desa di bantaran Sungai Enim dan Sungai Lematang mengalami banjir musiman serta longsor ringan. BPBD Muara Enim telah menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko siaga di lima kecamatan rawan bencana.

Sebagai daerah penghasil batu bara dan panas bumi, fluktuasi harga komoditas global turut berdampak pada pendapatan daerah dan daya beli masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM di pasar Muara Enim mengaku omzet usaha mereka mengalami penurunan sekitar 15 hingga 20 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

Di sisi lain, program CSR dari perusahaan PLTP Lumut Balai dan PT Supreme Energy masih berjalan guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dinas Koperasi dan UKM juga terus menggulirkan pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di era digital.

Pada sektor kesehatan dan pendidikan, pelayanan masih berjalan normal. Puskesmas di 22 kecamatan tetap aktif melaksanakan program penanganan stunting dan imunisasi. Tingkat partisipasi sekolah jenjang SD hingga SMA juga tercatat berada di atas 95 persen. Namun demikian, keterbatasan tenaga medis di daerah pelosok masih menjadi catatan penting Dinas Kesehatan.

Bupati H. Edison S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa fokus pemerintah daerah pada tahun 2026 adalah percepatan perbaikan jalan rusak, normalisasi sungai, serta penguatan program desa bersih.

“Kami tidak menutup mata. Dana APBD dan DAK sedang dialokasikan untuk titik-titik kritis. Kami juga meminta perusahaan aktif dalam program CSR,” ujarnya.

DPRD Muara Enim melalui Komisi III juga turun langsung memantau sejumlah proyek infrastruktur dan meminta percepatan penanganan di lapangan. Masyarakat diimbau aktif melapor melalui aplikasi Lapor Muara Enim apabila menemukan kerusakan fasilitas publik.
Jurnalis: Rahman

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *