Muara Enim : Proyek Kolam Retensi Bermasalah Pengawas Tak Ramah, K3 Diabaikan

oleh
oleh

Muara Enim, Tipikorinvestigasi.id – Harapan masyarakat Muara Enim terhadap kolam retensi sebagai solusi banjir kini dibayangi pertanyaan besar. Minggu (26/10/2025), Pengawas Lapangan proyek, Madi, menunjukkan sikap yang sangat tidak senang saat dikunjungi jurnalis.

Reaksi ini memicu spekulasi dan keraguan, diperparah dengan minimnya penerapan K3 dan keterbukaan informasi.

banner 336x280

Meskipun Madi memberikan informasi mengenai progres yang telah mencapai 60 hari dengan fokus pada penggalian dan penguatan struktur, gestur dan ekspresi wajahnya menimbulkan kecurigaan. “Kami terus berupaya memaksimalkan pekerjaan meski curah hujan tinggi menjadi tantangan.

Koordinasi intensif dengan berbagai pihak juga terus kami lakukan untuk memastikan pasokan material lancar,” ujar Madi dengan nada yang kurang bersahabat.

Proyek yang didanai APBD 2025 senilai Rp. 6.440.400.000,00 ini dikerjakan oleh CV. C.L THREE, dengan target penyelesaian 150 hari. Tanah hasil galian proyek dibuang di area sekitar Kantor PUPR.

Proyek ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas PUPR, dengan sumber dana dari APBD 2025. Jenis pekerjaan adalah lanjutan pembangunan sarana pengendalian banjir, dengan nilai kontrak Rp. 6.440.400.000,00, dilaksanakan oleh CV. C.L THREE, dan masa pelaksanaan 150 hari.

Pembangunan ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, melindungi aset, serta meningkatkan kualitas hidup warga Muara Enim.

Namun, sangat disayangkan, proyek ini tidak dilengkapi dengan pagar pengaman yang memadai, sehingga berpotensi membahayakan warga sekitar, terutama anak-anak.

Minimnya K3 dalam proyek ini sangat disayangkan. Seharusnya, prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam pembangunan kolam retensi mencakup pemasangan pagar keliling untuk mencegah potensi bahaya, terutama bagi anak-anak. Aspek penting terkait K3 meliputi.

Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Area terbuka seperti kolam retensi yang sedang dibangun sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang mungkin tidak menyadari kedalaman atau potensi bahaya lainnya.

Pemasangan Pagar Pengaman: Pagar keliling berfungsi sebagai barrier fisik yang mencegah akses tidak sah ke area konstruksi.

Pagar harus memenuhi standar keselamatan yang berlaku, termasuk tinggi yang sesuai, kekuatan yang memadai, dan dilengkapi dengan gerbang yang dapat menutup dan mengunci otomatis.

Material Pagar, Pilihlah material pagar yang kuat dan tahan lama, seperti besi, aluminium, atau PVC berkualitas tinggi. Pastikan tidak ada celah besar pada pagar yang memungkinkan anak-anak melewatinya.

Papan Peringatan: Pasang papan peringatan yang jelas dan mudah dibaca di sekitar area konstruksi, yang menyatakan area konstruksi berbahaya dan bukan tempat bermain.

Selain pagar, pengawasan aktif dari pekerja konstruksi sangat penting untuk memastikan tidak ada anak-anak yang memasuki area berbahaya. Pelatihan K3.

Berikan pelatihan K3 kepada semua pekerja konstruksi mengenai potensi bahaya di lokasi kerja dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil.

Inspeksi Rutin Lakukan inspeksi rutin terhadap pagar pengaman dan area konstruksi untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman dan sesuai dengan standar K3.

Dengan menerapkan prosedur K3 yang ketat dan memasang pagar keliling yang memadai, risiko kecelakaan fatal dapat diminimalkan, dan keselamatan masyarakat sekitar, terutama anak-anak, dapat terjamin.

Sesuai dengan semangat Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik dan peran kontrol sosial masyarakat, partisipasi aktif warga dan media sangat krusial dalam memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana.

Namun, sikap Pengawas Lapangan yang terkesan menghindar dan minimnya penerapan K3 justru menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ada sesuatu yang disembunyikan dari publik? Jurnalis akan terus menginvestigasi untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Sikap Pengawas Lapangan yang terkesan menghindar dari jurnalis memunculkan pertanyaan besar: Ada apa dengan proyek kolam retensi ini.

Apakah ada sesuatu yang disembunyikan dari publik? Jurnalis akan terus menginvestigasi untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Sumber: Investigasi Lapangan

Penulis: Pewarta Sumsel

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.