Pelayanan Buruk; Pasien Kritis Meninggal Dunia Tanpa Dokter di RSUD TRIPAT GERUNG Lombok Barat

oleh
oleh

NTB – Tipikorinvestigasi.id

banner 336x280

LOMBOK BARAT, NTB – 4 Desember 2025 – Kejadian menyedihkan melanda keluarga warga Desa Kuripan, Dusun Ketemek, Kabupaten Lombok Barat, ketika pasien bernama Serinah yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gerung meninggal dunia setelah keluarga dinyatakan tidak boleh memasuki ruangan dan tidak adanya perawatan dokter saat kondisinya memburuk.

Peristiwa ini bermula ketika Serinah telah menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Gerung. Pada hari Kamis (4/12), keluarga pasien sedang menunggu di luar ruangan, mengikuti aturan yang mereka pikir berlaku. Namun, tiba-tiba beberapa orang petugas keamanan datang dan membentak keluarga untuk menyuruh mereka keluar dari area sekitar ruangan pasien.


“Biasanya kita boleh nunggu di luar ruangan, tapi hari itu tiba-tiba ada security yang marah-marah, memaksa kita keluar jauh. Kita cuma mau tahu kabar pasien, yang kondisinya udah kritis sejak kemarin,” ujar salah satu keluarga yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah bentakan dan pengusiran tersebut, hanya beberapa menit kemudian keluarga mendapatkan kabar yang menyakitkan: Serinah telah meninggal dunia. Keluarga menyatakan bahwa pada saat pasien mengalami kondisi kritis yang akhirnya menyebabkan kematian, tidak ada dokter atau perawat yang berada di dekatnya untuk memberikan penanganan darurat.

Anak dan suami Serinah mengungkapkan kesedihan mendalam serta keberatan yang kuat terhadap pelayanan yang diberikan pihak RSUD Gerung. Mereka menyatakan bahwa peraturan yang dijalankan petugas keamanan tidak masuk akal, terutama ketika pasien dalam kondisi yang membutuhkan perhatian keluarga dan perawatan medis segera.

“Kita sedih banget, tidak cuma karena mama meninggal, tapi karena cara pihak rumah sakit menangani. Saat mama butuh dokter, tidak ada yang datang. Saat kita mau mendekat, kita diusir. Ini bukan pelayanan yang seharusnya diberikan rumah sakit yang bertanggung jawab terhadap nyawa orang,” kata anak korban dengan suara terengah-engah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Gerung belum memberikan keterangan resmi apapun terkait kejadian ini. Keluarga menyatakan bahwa mereka akan melakukan laporan ke pihak berwenang untuk meminta klarifikasi dan penjelasan mengenai pelayanan yang tidak memadai serta penyebab kematian Serinah.

Masyarakat sekitar juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan di RSUD Gerung, terutama dalam menangani pasien dengan kondisi kritis. Beberapa warga menyatakan bahwa ini bukan pertama kalinya ada keluhan mengenai tata tertib dan ketersediaan tenaga medis di rumah sakit tersebut.

“Kita harap pihak pemerintah dan pengelola RSUD Gerung segera menindaklanjuti kasus ini. Nyawa orang tidak bisa dimainkan-mainkan. Harus ada penjelasan jelas dan tindakan tegas agar kejadian sejenis tidak terulang lagi,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Kuripan.

Keluarga Serinah berharap bahwa dari kejadian ini, pihak rumah sakit akan melakukan perbaikan yang signifikan dalam sistem pelayanannya, sehingga warga yang membutuhkan perawatan medis bisa mendapatkan layanan yang layak, profesional, dan penuh perhatian.

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.