EMPAT LAWANG, Tipikorinvestigasi.id – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tanjung Tawang, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, pasca tewasnya seorang pemuda bernama Oki bin Pawi (19 tahun) akibat luka tembak di pinggang kanan.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (16/09/2026) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, dan langsung memicu gelombang kemarahan serta kekhawatiran di tengah masyarakat.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, pelaku melepaskan tembakan dari dalam kendaraan yang melintas, lalu segera memutar balik dan melaju kencang ke arah Pendopo.
Kabar yang beredar luas mengindikasikan keterlibatan oknum kepolisian, bahkan menyeret nama mantan Kanit Pidum Polres Empat Lawang.
Hingga saat ini, motif penembakan, jenis senjata yang digunakan, serta dasar hukum tindakan tersebut masih belum jelas dan bergulir gelap.
Dugaan praktik penembakan di luar proses hukum ini memicu sorotan tajam terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Jenazah Oki dimakamkan pada Kamis siang pukul 11.30 WIB diiringi isak tangis keluarga dan warga.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban secara tegas menuntut keadilan serta penjelasan resmi dan transparan atas peristiwa yang merenggut nyawa putra mereka.
Masyarakat pun mendesak Propam Polda Sumatera Selatan hingga Mabes Polri untuk segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini tanpa menutup‑nutupi kebenaran.
Menanggapi gejolak yang meluas, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi turun langsung menggelar mediasi di rumah Kepala Desa setempat pada pukul 14.00 WIB.
Didampingi Kabag Ops, Kasat Intel, Kasi Propam, Kapolsek Muara Pinang, serta Sekda Fauzan Khoiri Denin, Kapolres menegaskan komitmen mengusut tuntas peristiwa ini.
Pihak kepolisian juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban sebagai wujud belasungkawa, namun masyarakat tetap menanti langkah hukum yang tegas dan akuntabel demi menegakkan keadilan.
Sementara itu, dari sumber yang diperoleh di kalangan kepolisian, terdapat keterangan versi lain mengenai peristiwa tersebut.
Menurut keterangan tersebut, korban dikatakan menghentikan kendaraannya yang mengangkut pisang, ketika di belakangnya melintas kendaraan dinas kepolisian yang dipimpin oleh Ipda Julius.
Saat itulah terjadi penembakan, dan korban diketahui kehilangan banyak darah.
Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Muara Pinang, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di tempat tersebut.
Redaksi Tipikorinvestigasi.id membuka seluas‑luasnya ruang klarifikasi serta hak jawab bagi pihak‑pihak yang terkait dengan pemberitaan ini.









