Pengelola Sindur Water Park Sampaikan Belasungkawa, Evaluasi Pengawasan Kolam Renang Usai Siswa SD Alam Meninggal Dunia

oleh
oleh
<!--banner 468x60-->

PRABUMULIH, Tipikorinvestigasi.id – Tragedi meninggalnya seorang siswa SD Alam Prabumulih setelah tenggelam di kawasan Sindur Water Park menjadi perhatian serius. Pihak pengelola menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengakui bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung, khususnya anak-anak.

Pengelola Sindur Water Park, Puspa, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan keluarga korban setelah mengetahui kejadian tersebut. Pengelola juga mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung.

“Kami merasa ikut bertanggung jawab, meskipun tempat kami hanya menjadi lokasi kejadian,” kata Puspa kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Puspa, peristiwa tragis tersebut menjadi pelajaran penting bagi pengelola agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di area kolam renang.

“Kejadian ini jelas menjadi evaluasi bagi kami ke depannya, terutama untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang yang berenang di kolam,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak pengelola, insiden tersebut terjadi setelah kegiatan ekstrakurikuler siswa SD Alam Prabumulih selesai.

Para siswa bersama guru disebut sempat beristirahat di kawasan kantin. Namun, setelah itu, korban bersama sejumlah rekannya kembali masuk ke area kolam renang.

“Informasinya, korban dan beberapa temannya kemudian berenang di kolam yang dalam hingga akhirnya terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap Puspa.

Peristiwa tersebut berujung pada meninggalnya korban. Meski demikian, kronologi lengkap kejadian, termasuk pengawasan terhadap para siswa saat berada di lokasi, masih perlu dipastikan melalui keterangan pihak-pihak terkait.

Pihak Sindur Water Park menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius dan diharapkan tidak terulang kembali.

Evaluasi terutama diarahkan pada peningkatan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di kolam renang.

Aspek keselamatan anak-anak juga menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian, mengingat risiko kecelakaan di area kolam renang dapat berakibat fatal.

Selain evaluasi internal pengelola, penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait diperlukan untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi kejadian dan langkah-langkah keselamatan yang telah diterapkan di lokasi.

Puspa kembali menyampaikan permohonan maaf serta belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan,” pungkasnya.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi pengelola tempat wisata air, orang tua, serta pendamping anak untuk bersama-sama memperhatikan keselamatan dan memastikan pengawasan yang memadai selama aktivitas berenang berlangsung.

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.