PRABUMULIH, Tipikorinvestigasi.id – Semangat kepramukaan yang kental terus menghidupkan dinamika positif di Kota Prabumulih.
Setelah melalui serangkaian agenda penting termasuk pelantikan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Prabumulih dan pengukuhan Pramuka Garuda Prabumulih pada 29 Januari 2026, kini giliran Pangkalan Gerakan Pramuka SMAN 2 Prabumulih menggelar Perkemahan Bantara sebagai wujud nyata pembinaan generasi muda melalui nilai-nilai kepramukaan.
Perkemahan Bantara Angkatan ke-42 Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Januari–1 Februari 2026), bertempat di Buperda SMAN 2 Prabumulih.
Sebagai kegiatan rutin tahunan dalam gerakan pramuka, acara ini menjadi tahap penting dalam proses pengukuhan dimana para Penegak Tamu yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) resmi menjadi Penegak Bantara, siap menjalankan peran sebagai ujung tombak kepramukaan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Acara pembukaan yang penuh semangat dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMAN 2 Prabumulih sekaligus Kepala Sekolah, Yusrianto, S.Pd., M.Pd, beserta jajaran Mabigus dan pembina pramuka.
Turut menghadiri untuk memberikan dukungan dan semangat adalah Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Prabumulih Hermanto, S.H, Camat Prabumulih Selatan Martin Lois, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Joko Firdaus, S.Pd, serta Kabid Pariwisata Hadi Bastian, SKM., M.Si yang juga berperan sebagai narasumber.
Tidak ketinggalan, kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat menjadi bukti kolaborasi yang erat antara gerakan pramuka dengan pihak keamanan dalam membina pemuda.
Mengusung tema “Menjadi Bantara Tangguh, Berkarakter, dan Berjiwa Kepemimpinan”, perkemahan ini dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai dasar kepramukaan yaitu cinta tanah air, gotong royong, disiplin, dan mandiri.
Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan pembinaan karakter, peserta diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta mengambil tanggung jawab sebagai calon pemimpin.
Koordinator Pembina Pramuka SMAN 2 Prabumulih, Alfran Sanius, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang sesuai dengan standar pembinaan gerakan pramuka.
Di antaranya lomba cerdas cermat yang menguji pengetahuan tentang kepramukaan dan kebangsaan, estafet bola untuk mengasah kerja sama tim, pionering fungsional yang melatih kemandirian dan kreativitas, pentas seni semaphore sebagai wujud ekspresi seni melalui bahasa isyarat pramuka, serta sejumlah lomba penunjang lainnya yang tidak kalah menarik.
Dalam amanat pembukaannya, Yusrianto mengingatkan bahwa semangat kepramukaan bukan hanya hidup dalam kegiatan sementara, tetapi harus melekat dalam setiap aspek kehidupan.
Ia berpesan agar para peserta menjadikan perkemahan ini sebagai titik awal untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kokoh dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
“Dari tenda-tenda sederhana yang kita dirikan bersama hari ini, saya berharap akan lahir calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya mampu mengembangkan diri sendiri, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyematan tanda Bantara yang akan diterima para peserta bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan amanah untuk menjalankan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari sikap sopan santun, tanggung jawab terhadap lingkungan, hingga menjadi contoh bagi teman sebaya. (DW) Pewarta Mitra Kodim








