“Petani Bicara, Pusri Berkarya”: Puluhan Petani Kopi Semende Gelar Rembuk Tani, Rumuskan Formula NPK 18-8-18 Terbaik

oleh
oleh

MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id — Puluhan perwakilan kelompok tani dari dua kecamatan, Semende Darat Tengah dan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berkumpul dalam kegiatan “Rembuk Tani Petani Bicara, Pusri Berkarya” pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Forum ini digelar untuk merumuskan formula pupuk NPK 18-8-18 terbaik yang sesuai dengan karakter tanah dan tanaman kopi di dataran tinggi Semende.

banner 336x280

Kegiatan berlangsung di Pilah Mandi Angin, Desa Kota Padang, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, dan digagas oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim serta Gapoktan Semende Darat Tengah.

Semende Darat Ulu dan Semende Darat Tengah dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta terbaik serta penghasil kopi arabika terbaik di Sumatera Selatan.

Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Semende Darat Tengah, Mil Henderi, mengatakan kendala utama yang dihadapi petani ada di aspek pemupukan. “Selama ini kami pakai NPK 18-8-18 untuk kopi Semende sangat cocok,” ujarnya.

Tim dari PT Pusri Palembang mendatangi lokasi membawa ahli agronomi, laboratorium tanah keliling, serta contoh produk NPK 18-8-18 khusus untuk kopi. Manager Pusri Wilayah Sumsel, Perli Anda, menjelaskan konsep kegiatan ini:

“Konsepnya ‘Petani Bicara, Pusri Berkarya’. Jadi bukan kami yang menentukan.

Data dari petani dan hasil uji tanah hari ini akan kami rumuskan menjadi formula NPK 18-8-18 khusus kopi Semende.

Kemungkinan besar kandungan butuh lebih tinggi di fase vegetatif dan lebih tinggi lagi saat fase pembuahan,” katanya.

Kepala Desa Kota Padang, Taris, menyambut baik kedatangan pihak PT Pusri Palembang yang telah mendukung kelompok-kelompok tani, khususnya petani kopi di wilayah Semende Raya.

“Kami juga mendorong sertifikasi dan hilirisasi petani tidak hanya menjual biji, tetapi bisa menjual kopi bubuk dengan merek ‘Kopi Semende’,” jelasnya.

Salah satu petani, Lamcik dari Desa Cahaya Alam, mengaku sangat optimis. “20 tahun menanam kopi, baru kali ini ada yang bertanya langsung kepada kami, pupuk seperti apa yang kami butuhkan. Kami siap melakukan uji coba di lahan masing-masing,” pungkasnya.

(Reporter Rahman)

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.