MUARA ENIM, Tipikorimvestigasi.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Muara Enim menyebabkan Sungai Birek meluap, menggenangi jembatan penghubung di Desa Gumawang, Kecamatan Rambang Niru, pada Jumat (09/01/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibatnya, akses jalan alternatif yang menjadi salah satu jalur utama masyarakat menuju Kota Muara Enim sementara tidak dapat dilalui kendaraan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut dengan cepat, Kapolsek Rambang Dangku Polres Muara Enim, Iptu Edward Habibi, S.T., M.M., langsung memboyong personel untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan di lapangan, luapan air Sungai Birek telah menggenangi permukaan jembatan setinggi kurang lebih 30 sentimeter – setara dengan tinggi betis orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan akses jalan terputus dan aktivitas transportasi masyarakat menjadi terganggu,” jelas Iptu Edward Habibi.
Menurutnya, luapan air sungai terjadi akibat lonjakan debit air yang disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama beberapa jam sebelum kejadian.
Meski demikian, pihaknya mengkonfirmasi bahwa lokasi yang terdampak berada di kawasan perkebunan yang cukup jauh dari permukiman warga, sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan pada rumah penduduk.
“Kondisi struktur jembatan saat ini masih dalam keadaan kokoh dan aman. Jalan akan dapat digunakan kembali secara normal setelah debit air sungai kembali turun dan permukaan air surut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gumawang, Arwan Sudianto, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan lapangan, air diperkirakan akan surut dalam rentang waktu 2 hingga 3 jam jika tidak terjadi hujan lanjutan maupun aliran tambahan dari hulu Sungai Birek.
Ia menambahkan bahwa dampak banjir hanya menyentuh area perkebunan sawit dan karet milik perusahaan serta lahan garapan masyarakat sekitar.
Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjaga keselamatan masyarakat, Polsek Rambang Dangku telah memasang tanda peringatan pada beberapa titik masuk menuju lokasi tergenang.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi erat dengan pemerintah desa setempat untuk memberikan informasi terkini kepada warga. Masyarakat yang membutuhkan akses keluar masuk diimbau untuk menggunakan jalur alternatif hingga kondisi jalan kembali normal.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan pribadi dan keluarga. Jangan memaksakan diri untuk melintasi jembatan yang tergenang air, patuhi arahan dan imbauan petugas yang bertugas di lapangan, serta manfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan sampai kondisi dinyatakan aman sepenuhnya,” tutup Iptu Edward Habibi.(Iwo muara Enim)










