Prabumulih, Tipikorinvestigasi.id – Proyek drainase di sekitar Jalan Rambang Bawah Kemang, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, menuai keluhan dari warga.
Proyek yang berlokasi tidak jauh dari Pertamina EP Asset 2, tepatnya di dekat Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. Anggrek, ini diduga dikerjakan asal-asalan dan tanpa papan informasi proyek.

Warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya pada (03/09/2025), “Kami merasa dirugikan dengan proyek ini. Kualitasnya sangat buruk, banyak retakan pada beton.
Kami juga tidak tahu siapa yang mengerjakan, berapa anggarannya, dan kapan proyek ini akan selesai.”

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi drainase yang memprihatinkan. Selain retakan pada beton, saluran air juga dipenuhi sampah dan dedaunan, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan dan banjir saat musim hujan.

Ketiadaan papan proyek semakin menambah kekhawatiran warga terkait transparansi proyek ini.
Menurut peraturan yang berlaku, setiap proyek yang menggunakan dana publik wajib memasang papan informasi proyek yang memuat detail proyek, seperti nama proyek, nilai anggaran, kontraktor pelaksana, dan waktu pelaksanaan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait, namun belum ada tanggapan.
Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Prabumulih segera turun tangan dan menindaklanjuti keluhan kami,” lanjut warga tersebut.
Warga juga menduga adanya praktik tidak transparan dalam proyek ini. “Mungkin ini para ‘siluman’ yang bekerja, soalnya tidak diketahui anggaran dari mana dan judul pekerjaan apa,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Dugaan adanya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) juga mencuat di kalangan warga.
“Apakah ini bentuk kesewenang-wenangan pihak pemborong yang diduga dekat sama ‘orang atas’?” tanya seorang warga dengan nada curiga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PU Kota Prabumulih terkait proyek drainase tersebut.
Sumber Investigasi Media Marabes News
Penulis Pewarta Sumsel











