MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Pembangunan sebuah lapangan voli di Dusun IV, Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, yang didanai melalui APBD tahun anggaran 2025, kini menjadi fokus perhatian publik. Investigasi independen yang dilakukan oleh tim jurnalis menemukan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek, yang berpotensi merugikan keuangan negara dan mengecewakan masyarakat setempat.

Investigasi menemukan beberapa hal yang mengkhawatirkan. Pertama, kualitas material yang substandar. Kondisi lapangan yang tidak memenuhi standar kelayakan, penggunaan material konstruksi yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, serta indikasi kerusakan prematur pada struktur bangunan menjadi temuan utama dalam investigasi ini. Secara khusus, kualitas adukan semen yang minim kandungan semen, penggunaan besi dengan diameter yang tidak memadai, serta keretakan pada tiang penyangga yang belum lama dibangun menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan mutu proyek.
Kedua, ketiadaan informasi publik. Proyek ini disinyalir tidak dilengkapi dengan papan informasi yang seharusnya memuat detail penting seperti nama proyek, nilai kontrak, jangka waktu pelaksanaan, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ketiadaan informasi ini melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik, serta menghambat partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan.
Kepala Dusun IV, Bapak Made, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan yang dinilai tidak profesional dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa masyarakat Desa Pelempang menuntut agar proyek ini diaudit secara menyeluruh dan dilakukan perbaikan yang signifikan. “Kami merasa sangat dirugikan dengan kualitas pekerjaan yang seperti ini. Kami berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan tegas dan memastikan agar proyek ini dikerjakan sesuai dengan standar yang berlaku,” ujarnya dengan nada prihatin.
Hingga saat ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Muara Enim belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan investigasi ini. Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak Dispora masih terus dilakukan.
Tim investigasi akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan agar dugaan pelanggaran dalam proyek ini dapat diusut tuntas dan tidak terulang di kemudian hari.
Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Kasus proyek lapangan voli di Desa Pelempang ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan pengelolaan proyek pemerintah daerah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak dan tanggung jawabnya dalam mengawal pembangunan.










