MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SMPN 4 Semende Darat Tengah dengan nilai anggaran APBN 2025 mencapai Rp 859.800.000,- yang sebelumnya pernah diberitakan karena diduga dikerjakan asal-asalan dan sarat korupsi, kini seakan hilang di telan bumi tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait. Kondisi ini menuai kritik keras dari masyarakat yang menuntut keadilan dan transparansi.
Berdasarkan laporan dari selidikkasus.com pada Rabu (26/11/2025), proyek yang seharusnya mengacu pada Peraturan Bupati Kabupaten Muara Enim Nomor 27 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengendalian dan Evaluasi Program Pembangunan, justru diduga melanggar berbagai aturan.
Padahal sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan juga pernah mengeluarkan peringatan terkait pelaksanaan proyek di daerah, namun tidak mendapatkan tanggapan yang memadai.
Pekerjaan swakelola yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) diduga menggunakan material keramik murah yang tidak sesuai spesifikasi. Pihak terkait bahkan diduga melakukan pengelabuan dengan memasang plafon secara rapi di bagian luar untuk menyembunyikan kondisi yang buruk dari pengawas dan masyarakat.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan kondisi ruangan yang sudah dinyatakan selesai dalam keadaan amburadul – keramik pecah dan tidak rata, plafon yang seharusnya untuk luar ruangan dipasang di dalam hingga mengalami kerusakan, serta material rangka atap plafon yang diduga tidak memenuhi standar. Semua ini menjadi bukti bahwa pekerjaan dikerjakan asal jadi demi mengejar keuntungan oknum.
Ketika kasus pertama kali muncul, PLT Kepala Sekolah menyatakan bahwa pekerjaan telah sesuai peraturan.
Namun pengawas pekerjaan Hartani meminta agar kasus tidak segera diberitakan dengan janji akan mencari solusi. Hingga kini, tidak ada informasi apapun terkait upaya penyelesaian yang dilakukan.
Tim juga telah menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim melalui video WhatsApp, namun pihak dinas hanya meneruskan informasi kepada guru bersangkutan dan tidak memberikan komentar apapun terkait kondisi proyek yang telah dikirimkan. Sikap ini semakin memperparah kekecewaan masyarakat.
Masyarakat sekitar mengaku sangat kecewa karena kasus yang sudah pernah diberitakan tidak mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. “Kami sebagai warga terdekat tidak tahu detail pekerjaan ini, tidak ada keterlibatan sama sekali.
Padahal sudah diberitakan, tapi sekarang seperti tidak ada apa-apa saja,” ujar salah satu warga yang mengaku sebagai Haryati.
Masyarakat mengeluarkan kritik keras kepada seluruh pihak terkait, menuntut agar kasus yang seakan hilang di telan bumi ini segera ditindaklanjuti.
Mereka menegaskan bahwa uang negara tidak boleh disia-siakan dan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
“Banyak proyek yang tidak jelas dan merugikan negara, terutama proyek di SMPN 4 ini yang tidak sesuai standar. Kami minta segera dilakukan investigasi mendalam dan tuntut hingga ke akar masalah,” tegas perwakilan masyarakat.









