SEMENDE,Tipikorinvestigasi.id – Puluhan jemaah PT AWI Tour and Travel mendatangi kediaman Komisaris PT AWI Tour and Travel, Ahmad Mujtaba, di lingkungan Ponpes Al Haromain untuk menagih kejelasan terkait keberangkatan Umroh dan pengembalian dana yang telah tertunda selama dua tahun.
Kedatangan para jemaah tersebut dilakukan sebagai bentuk penagihan janji yang sebelumnya disampaikan pihak manajemen PT AWI Tour and Travel terkait pengembalian dana maupun keberangkatan Umroh yang hingga kini belum terealisasi.
Para jemaah mengaku kecewa lantaran selama dua tahun terakhir belum ada kepastian dari pihak manajemen mengenai nasib dana yang telah mereka setorkan. Bahkan, menurut pengakuan para jemaah, dana tersebut sebelumnya disebut telah habis digunakan oleh pihak pengelola.
Diketahui, pengelolaan program Umroh di PT AWI Tour and Travel menggunakan sistem arisan, di mana kelompok jemaah akan dilunasi ketika jadwal keberangkatan tiba.
Namun dalam perjalanannya, sejumlah jemaah gagal diberangkatkan sehingga memunculkan persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Jumlah dana yang dipersoalkan oleh puluhan jemaah tersebut mencapai Rp1.691.100.000,00 (satu miliar enam ratus sembilan puluh satu juta seratus ribu rupiah).
Saat mendatangi kediaman Ahmad Mujtaba selaku Komisaris PT AWI Tour and Travel, para jemaah tidak berhasil bertemu langsung karena yang bersangkutan tidak berada di tempat. Kedatangan mereka kemudian disambut oleh Imam Al Haromain selaku pembina travel tersebut.17/05/2026
Dalam pertemuan awal, mediasi tidak menemukan titik temu dan berlangsung cukup alot. Para jemaah tetap meminta agar dapat bertemu langsung dengan Ahmad Mujtaba sebagai penanggung jawab utama PT AWI Tour and Travel.
Karena belum ada kesepakatan, mediasi kemudian dilanjutkan di Kantor Desa Pulau Panggung Kecamatan Semende Darat Laut, sesuai hasil kesepakatan bersama.
Namun setelah waktu dan lokasi mediasi ditentukan, pihak PT AWI Tour and Travel belum juga hadir sehingga membuat para jemaah mulai gelisah dan kecewa.
Tidak lama kemudian, pihak pembina dari AWI Tour datang menemui para jemaah, namun kehadiran tersebut belum mampu meredam kekecewaan para jemaah yang tetap menginginkan Ahmad Mujtaba hadir secara langsung.
Suasana mediasi pun sempat berlangsung memanas. Para jemaah menegaskan bahwa mereka hanya ingin mendapatkan kepastian terkait uang yang telah mereka setorkan selama ini.
“Kami ingin bertemu langsung dengan Komisaris karena hari ini adalah janji dua tahun yang lalu bahwa uang kami akan dibayar,” ujar Badrun salah satu jemaah dalam mediasi.
Setelah dilakukan upaya lanjutan oleh perwakilan jemaah, Ahmad Mujtaba akhirnya hadir di tengah para jemaah untuk mengikuti mediasi secara langsung.
Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Dalam hasil mediasi disepakati bahwa pembayaran dana para jemaah akan dilakukan pada awal Januari 2027.
Meski demikian, para jemaah berharap kesepakatan tersebut benar-benar direalisasikan sesuai janji yang telah disampaikan agar persoalan yang telah berlangsung selama dua tahun itu dapat segera selesai.//karmen











