MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, Serka Irsa Farsi, Babinsa Desa Hidup Baru Anggota Koramil 404-04/Gunung Megang Kodim 0404/Muara Enim, memimpin tim pengecekan lapangan merespons laporan titik panas (hotspot).
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, merespons data yang terdeteksi oleh Satelit NASA-SNPP dan informasi BRIN pada pukul 08.11 WIB.

Tim yang terdiri dari dua anggota TNI dan satu warga bergerak menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 1 jam untuk tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB di wilayah perkebunan warga, Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat.
Hasil pengecekan lapangan di Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, menunjukkan terjadinya kebakaran pada lahan seluas ± 1,5 hektar berupa semak belukar dengan tanah mineral.
Hingga saat ini pemilik lahan belum diketahui, dan saat tim tiba di lokasi, kondisi api sudah dalam keadaan padam.

Meski api sudah padam, tim tetap melakukan koordinasi yang erat bersama warga dan Pemerintah Desa setempat.
Langkah ini diambil guna memastikan keamanan serta melakukan pemantauan agar tidak ada potensi sisa api yang dapat kembali berkobar dan meluas ke area sekitarnya.
Terpisah, Komandan Kodim 0404/Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri, S.Hub., Int., M.M., melalui Danramil 404-04/Gunung Megang Kapten Inf Erry Hastanto, menegaskan bahwa kesiapsiagaan penuh dan respons cepat adalah prioritas utama dalam menanggapi setiap temuan titik panas.
“Kami senantiasa siaga dan tanggap terhadap setiap data satelit yang masuk.
Kecepatan turun ke lapangan menjadi langkah krusial untuk memastikan fakta sekaligus mencegah dampak kerusakan yang lebih luas.
Sinergitas yang terjalin erat antara Babinsa, warga, dan pemerintah desa merupakan fondasi terkuat dalam memadamkan api sejak dini.
Kami juga secara tegas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin, tidak membakar lahan secara sembarangan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.
(Pendim_0404/Muara Enim)
Penulis Editor Pewarta Sumsel












