Prabumulih, Tipikorinvestigasi.id – Seorang pelanggan berinisial D.W. dari Kota Prabumulih mengajukan keluhan terkait pelayanan kurir J&T Express dalam proses konfirmasi pengantaran paket COD. Jum’at (23/01/2026).
Pelanggan tersebut telah melakukan pemesanan yang akan dikirim ke alamat Jalan Pemuda, dekat Kantor Kelurahan Muara Dua, Prabumulih Timur, dengan nomor resi JX6897470931 dan total nilai transaksi Rp40.501. Hanya dengan tujuan menyampaikan jadwal yang sesuai agar pengantaran paket berjalan lancar ke rumahnya, D.W. justru disuguhi tanggapan yang sama sekali tidak sesuai dengan standar pelayanan profesional bahkan kurir tersebut bersikap sangat kurang sopan, seolah-olah pelanggan telah melakukan kesalahan besar.
Dengan sangat bijak dan penuh kesabaran, D.W. hanya mengingatkan agar pelayanan diberikan dengan cara yang baik dan penuh rasa hormat, menyampaikan bahwa setiap pihak, tanpa memandang latar belakang termasuk pejabat seperti Ketua Dewan layak diperlakukan dengan penghormatan yang sama. Namun harapan akan perbaikan sikap seketika sirna habis!
Sayangnya, kurir dengan nomor +62 882-8723-6524 justru menjawab dengan logat daerah yang kasar dan nada suara yang sangat ketus pada pukul 08.59: “Mase di gudang kak kagi ku bari bai ini bai mase lom ude nyotir”, lalu tak lama kemudian pada pukul 09.00 meneriakkan dengan arogan: “Ambek bai ke kantor mulai sekarang”.
Sikap yang sangat menyakitkan hati dan menunjukkan bahwa kurir tersebut sama sekali tidak menghargai pelanggan, seolah pelanggan adalah beban yang harusnya sendiri mencari jalan keluar.
Hingga saat ini, pihak manajemen J&T Express TIDAK MENUNJUKKAN SETIAP UPAYA untuk melakukan tindak lanjut terkait keluhan yang diajukan D.W.. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memilih layanan mereka!
J&T Express seharusnya adalah lembaga yang berkomitmen pada pelayanan prima, namun sikap kurir tersebut sungguh sangat tidak pantas dan BENAR-BENAR BERTENTANGAN dengan prinsip pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kami sangat KEKECEWAAN MENDALAM melihat bagaimana sebuah perusahaan besar justru membiarkan salah satu anggotanya merusak nama baik dengan perilaku yang tidak profesional.
Standar profesionalisme dan rasa hormat bukanlah sekadar kata-kata kosong yang hanya ditampilkan di brosur perusahaan seharusnya menjadi dasar yang tidak bisa dinegosiasikan dalam setiap interaksi kurir dengan pelanggan, tanpa ada satu pun pengecualian Jika manajemen terus memilih untuk membisu dan tidak bertindak tegas, maka bukan hanya citra perusahaan yang akan hancur, melainkan juga kepercayaan seluruh masyarakat terhadap industri jasa pengiriman secara keseluruhan yang akan tercoreng.










