MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Dalam semangat ukhuwah yang melampaui batasan profesi dan jabatan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim, KH. Sholihan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran pengurusnya, menghadiri silaturahmi yang penuh makna dengan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., di Markas Kepolisian Resor Muara Enim pada Hari Rabu (21/1/2026) siang.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan manifestasi nyata dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang damai, adil, dan bertakwa berlandaskan esensi ajaran Islam yang mengedepankan kesejahteraan umat dan keharmonisan kehidupan berbangsa.
Hadir sebagai saksi kebersamaan ini Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasat Binmas AKP Sitompul, serta Kasi Humas AKP RTM Situmorang.
Setiap ucapan dan gerakan dalam pertemuan ini sarat dengan makna: menjembatani antara aparat penegak hukum yang menjadi penjaga ketertiban duniawi, dan pemuka agama yang menjadi pelindung nilai-nilai rohani sejalan dengan prinsip amar makruf nahi munkar yang menjadi pijakan moral dalam kehidupan beragama dan bernegara.
KH. Sholihan dalam amanahnya menyampaikan rasa syukur kepada Sang Khaliq atas kesempatan yang diberikan untuk menyatukan langkah dalam membangun negeri.
Ia menegaskan bahwa peran MUI tidak hanya sebatas membimbing umat dalam ibadah, melainkan juga berperan aktif dalam menjaga kehormatan agama dan kesejahteraan masyarakat.
“Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa’ ayat 58: ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu memutuskan urusan di antara manusia, hendaklah kamu memutuskannya dengan adil.’
Melalui silaturahmi yang kami lakukan hari ini, kami ingin menguatkan sinergi agar keadilan dan kebaikan tidak hanya menjadi kata-kata, melainkan terwujud dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Kami berkomitmen untuk bersama-sama menangani segala bentuk penyimpangan yang dapat mengganggu keharmonisan dan ketakwaan, termasuk dalam ranah aliran kepercayaan dan organisasi keagamaan,” ucap KH. Sholihan dengan kedalaman hati.
Bagi MUI, keamanan adalah konsep yang komprehensif: tidak hanya keamanan fisik yang dijaga oleh aparat hukum, tetapi juga keamanan batin yang tumbuh dari pemahaman yang benar tentang ajaran agama.
AKBP Hendri Syaputra dalam sambutannya menyambut kedatangan rombongan MUI dengan rasa hormat yang mendalam.
Ia menyatakan bahwa kepolisian sebagai bagian dari masyarakat tidak pernah bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan bimbingan dan dukungan dari seluruh elemen bangsa terutama para ulama yang menjadi sumber hikmah dan pencerahan.
“Kami menyadari bahwa tugas kami sebagai penjaga keamanan tidak terlepas dari nilai-nilai luhur yang menjadi landasan bangsa. Ajaran Islam yang mengajak untuk hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebaikan menjadi pijakan kami dalam menjalankan tugas.
Bersama MUI, kami siap menggandeng tangan dalam membangun benteng moral yang kokoh agar keamanan yang kami jaga bukan hanya memberikan rasa tenang secara lahiriah, tetapi juga memberikan kedamaian yang mendalam bagi setiap jiwa di Bumi Serasan Sekundang.
Kami terbuka untuk setiap masukan dan nasehat yang dapat memperkuat upaya kami dalam menjaga stabilitas dan kebaikan masyarakat,” tegas Kapolres dengan penuh integritas.
Pertemuan ini merupakan titik temu yang mulia di mana hukum dan agama berjalan seiring, bukan sebagai kekuatan yang berlawanan, melainkan sebagai dua sayap yang membawa masyarakat menuju kesejahteraan abadi.
Kedua pihak berharap, sinergi yang dibangun ini akan menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai kebangsaan dan ketauhidan.
Sebab, hanya dengan kerja sama yang tulus dan berlandaskan kebenaran, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik dimana kedamaian lahir dari keadilan, dan kebahagiaan tumbuh dari ketakwaan.(DW ).









