Empat Lawang, Tipikorinvestigasi.id – Perang Melawan Narkoba” bukan sekadar jargon. Jumat malam (12/6/2026), komitmen itu kembali dibuktikan di Bumi Sriwijaya.
Tim gabungan Satgas Anti Narkoba Deninteldam II/Swj, Tim Intel Kodim 0405 Lahat, Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang, dan BNN Kabupaten Lahat berhasil memutus rantai distribusi narkotika jaringan lintas daerah.
Satu paket sabu seberat 1 Kilogram berhasil disita sebelum sampai ke tangan pengedar di Desa Gedung Agung, Kec. Muara Pinang, Kab. Empat Lawang._
Penggagalan bermula dari kewaspadaan sederhana, seorang kurir J&T Pendopo curiga dengan paket tanpa identitas pengirim yang jelas.
Paket berkode resi JD 0564288268 itu dicatat atas nama penerima Karindra, namun pengirim hanya tertulis “Teknoline Tanpa Nama” dari Kertapati, Palembang. Laporan cepat kurir inilah yang kemudian memicu operasi senyap aparat.
Begitu laporan masuk, Dandeninteldam II/Swj Letkol Kav Wahyudha Saputra, S.H., langsung berkoordinasi dengan Dandim 0405 Lahat Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, S.H., M.Sos. Pukul 16.00 WIB perintah diturunkan kepada Tim Satgas Anti Narkoba Deninteldam II/Swj yang dipimpin Kapten Ckm Dian Husni langsung bergerak menuju J&T Pendopo.
Sekitar pukul 20.05 WIB, tim gabungan tiba di lokasi. Dengan prosedur hukum yang ketat, paket kotak hitam berisi safety box merk Dely dibuka.
Hasilnya mengejutkan, di dalamnya tersimpan narkotika golongan I jenis sabu dengan berat brutto 1 Kilogram.
Barang bukti resmi diserahkan ke Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang dalam keadaan utuh untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Analisis di lapangan menunjukkan pelaku kini memanfaatkan jasa ekspedisi sebagai “kurir gelap”. Data pengirim dipalsukan, nama disamarkan, dan alamat dibuat kabur. Tujuannya satu yakni memutus jejak agar sulit dilacak aparat.
Modus ini membuktikan jaringan narkoba terus beradaptasi dengan perkembangan logistik modern. Namun adaptasi aparat ternyata lebih cepat.
Kolaborasi intelijen Deninteldam II/Swj, gerak cepat Kodim 0405 Lahat, ketegasan Sat Narkoba Polres Empat Lawang, dan dukungan teknis BNN Lahat membuat skenario pelaku gagal total.
Tim Satgas Anti Narkoba Deninteldam II/Swj yang terlibat langsung di lapangan terdiri dari Kapten Ckm Dian Husni, Lettu Inf Deky, Lettu Inf M. Dwi Apriansyah, dan Sertu Randy Prayogi.
Bersama personel lain, mereka menunjukkan bahwa sinergitas lintas instansi adalah kunci utama memutus mata rantai narkoba.
Dandeninteldam II/Swj Letkol Kav Wahyudha Saputra, S.H. menegaskan, hasil operasi ini adalah bukti nyata sinergitas TNI-POLRI-BNN bukan hanya di atas kertas.
“Satu gram pun narkoba tidak akan kami beri ruang di wilayah Sumsel. Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindak cepat, terukur, dan tanpa kompromi. Ini komitmen kami untuk melindungi generasi muda dari bahaya laten narkotika,” tegasnya.
Saat ini, barang bukti 1 Kg sabu dan safety box hitam telah diamankan.
Kasus dilanjutkan Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang, kemudian akan diserahkan ke Polda Sumsel untuk pengembangan jaringan dan mengungkap siapa “Teknoline Tanpa Nama” yang sebenarnya.
Kodam II/Sriwijaya mengajak seluruh warga dan pelaku usaha jasa ekspedisi untuk menjadi “mata dan telinga” negara. Waspadai paket tanpa identitas pengirim, alamat tidak jelas, atau penerima yang tampak gugup. Segera laporkan ke Koramil, Polsek, atau BNN terdekat.
Langkah kecil seperti laporan kurir J&T Pendopo malam itu, ternyata mampu menyelamatkan ribuan generasi muda Sumsel dari jerat sabu.
Pewarta Sumsel








