PRABUMULIH, Tipikorinvestigasi.id – Guna memperkuat sinergi dan kepedulian bersama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Prabumulih menerima kunjungan kerja dari 14 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban pada Rabu (02/09/2026).

Rombongan dipimpin Patun Kolonel Kav Indarto dan didampingi Kolonel Inf Sahat Monang Saragih, S.E., disambut langsung oleh Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil, bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres. Pertemuan utama berlangsung di ruang kerja Kapolres, di mana beliau memberikan pembekalan mendalam mengenai peta situasi Karhutla di wilayah Kota Prabumulih, khususnya di kawasan berkarakteristik lahan gambut.

Kapolres menegaskan bahwa penanganan bencana ini menuntut keterlibatan lintas unsur: “Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan seluruh lapisan warga adalah kunci utama. Kita tidak bisa berdiri sendiri menghadapi api yang membahayakan lingkungan dan keselamatan bersama.”
Usai pertemuan di ruang kerja, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Ruang Rupatama Polres Prabumulih dengan penyuluhan yang menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat.
Dalam sambutannya, AKBP Gunarto menyampaikan: “Selamat datang para Pasis Seskoad. Apresiasi kami kepada seluruh elemen yang hadir.
Pencegahan harus menjadi langkah utama, jangan menunggu api membesar. Edukasi, deteksi dini, dan kepedulian lingkungan adalah pondasi pencegahan Karhutla di wilayah kita.”
Kegiatan inti diisi pemaparan oleh Danpok Pasis Dikreg Seskoad Mayor Inf Defry Rahmansyah, S.T.Han., M.M. kepada 24 peserta masyarakat. Materi menekankan bahaya kebakaran dan pentingnya menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.
Penyuluhan juga menyentuh aspek kesehatan, disampaikan oleh Mayor Ckm dr. Ryan Tantri Ardo, Sp.N. Beliau mengingatkan bahaya asap yang dapat memperburuk gangguan pernapasan dan memicu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
“Karhutla bukan sekadar masalah lingkungan, tapi ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan jiwa,” tegasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan simbol persahabatan: Kapolres Prabumulih menyerahkan plakat kepada Kolonel Kav Indarto, dan dilanjutkan penyerahan plakat dari Danpok Pasis kepada Kapolres, sebagai tanda penguatan kerja sama.
Selanjutnya, rombongan meninjau langsung Posko Karhutla dan Command Center 110 Polres Prabumulih.
Kapolres menjelaskan mekanisme pemantauan harian, penanganan cepat, serta fungsi layanan 110 sebagai jalur laporan masyarakat yang responsif.
Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran wawasan strategis antara dunia pendidikan keprajuritan dengan pelayanan publik di daerah.
Terpisah, Komandan Kodim 0404/Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri, S.Hub., Int., M.M. menyambut baik kegiatan ini.
“Karhutla adalah musuh bersama yang harus dilawan bersatu. Pencegahan tidak hanya tugas petugas, tapi butuh partisipasi warga. Edukasi harus terus digencarkan. Kunci utamanya: cegah api sebelum terjadi, hindari membakar lahan.
Jika api lepas kendali, dampaknya merusak alam, aktivitas, hingga kesehatan akibat asap,” tegas Dandim.
Kunjungan ini berakhir dalam suasana akrab, tertib, dan penuh berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan musim kemarau di Prabumulih.
(Pendim_0404/Muara Enim)
Penulis Editor Pewarta Sumsel










