MUARA ENIM, Tipikorimvestigasi.id – Pembangunan sumur bor di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, lokasi pembangunan sumur bor tersebut dinilai kurang efektif karena berada di daerah rawan banjir di pinggir rawa-rawa, dan hanya dihuni sekitar 10 rumah. Senin (01/12/2025).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 1 Desember 2025, terlihat papan informasi proyek yang menunjukkan bahwa proyek pembangunan sumur bor ini didanai oleh Dana Desa Tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp 33.000.000,- (sudah termasuk pajak PPN 11% & PPH 1,5%). Proyek ini dilaksanakan oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) dengan jenis kegiatan pembangunan sumur bor sebanyak 1 unit.
Namun, lokasi pembangunan yang berada di daerah rawan banjir dan hanya dihuni sedikit warga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas proyek ini. Masyarakat mempertanyakan apakah lokasi tersebut merupakan prioritas yang tepat untuk pembangunan sumur bor.
“Kami khawatir sumur bor ini akan terendam banjir jika musim hujan tiba. Selain itu, hanya sedikit warga yang akan merasakan manfaatnya karena lokasinya jauh dari permukiman utama,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan terkait pemilihan lokasi pembangunan sumur bor ini. Mereka juga berharap agar proyek-proyek pembangunan di desa dapat dilakukan secara transparan dan efektif, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.












