Muara Enim, Tipikorinvestigasi.id – Proyek pelebaran jalan di Desa Muara Gula Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, menuai keluhan dari warga setempat. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya meningkatkan infrastruktur desa ini justru terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.
Menurut pantauan warga, kualitas pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV. Nine Nine Jaya ini jauh dari standar yang ditetapkan. “Kami melihat banyak sekali kekurangan dalam pengerjaan jalan ini. Material yang digunakan sepertinya tidak berkualitas, dan proses pengerjaannya juga terkesan terburu-buru,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pelaksana proyek yang terkesan tidak responsif terhadap keluhan yang disampaikan. “Kami sudah mencoba menghubungi pihak pelaksana untuk menyampaikan keluhan kami, tetapi hingga saat ini tidak ada respons atau tanggapan. Kami merasa diabaikan,” keluhnya.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi di kalangan warga bahwa ada “orang kuat” yang melindungi proyek tersebut, sehingga kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. “Kami menduga ada praktik korupsi atau kolusi dalam proyek ini, sehingga pihak pelaksana tidak peduli dengan kualitas pekerjaan,” ujar warga lainnya.
Warga berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan investigasi terhadap proyek pelebaran jalan ini. “Kami ingin agar proyek ini dikerjakan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Proyek pelebaran jalan Desa Muara Gula Lama ini diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 586.726.000,00 yang bersumber dari APBD-P Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025. Proyek ini seharusnya dilaksanakan dalam waktu 45 hari kerja, dengan tanggal pelaksanaan dimulai pada 17 November 2025.










