PAINAN, PESSEL Tipikorinvestigasi.id – Warga Pancuran Bunga, Kenagarian Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas penambangan galian C oleh PT Sarana Bangun Pasisia yang beroperasi sangat dekat dengan permukiman warga.
Dalam video amatir milik warga yang diterima redaksi, terlihat aktivitas alat berat mengeruk tanah urug hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah penduduk. Warga menilai aktivitas tersebut menjadi penyebab utama banjir yang terus merendam rumah mereka setiap musim hujan.
Tak hanya itu, warga juga menduga pihak perusahaan telah melakukan alih fungsi jalur evakuasi tsunami masyarakat menjadi lokasi penambangan.
> “Kami sangat kecewa. Tambang itu persis di belakang rumah kami. Setiap hujan lebat, rumah kami kebanjiran lumpur dan pasir dari lokasi tambang,” ungkap seorang warga dalam video tersebut.
Pantauan di video juga memperlihatkan beberapa warga terdampak sedang membersihkan sisa material banjir berupa lumpur dan pasir yang masuk ke dalam rumah. Kondisi ini diperparah karena sebagian besar rumah warga berada di dataran lebih rendah dari lokasi tambang.
*Warga Jadi Langganan Banjir*
Darlis, salah seorang warga Painan, mengatakan keresahan warga mulai memuncak karena banjir menjadi langganan sejak adanya aktivitas galian C tersebut.
*[Darlis – Warga Painan]*
_”Sejak ada tambang galian C dekat permukiman ini, kami jadi resah. Lokasi tempat tinggal kami jadi langganan banjir setiap musim penghujan.”_
Sementara itu, Sekretaris Nagari Painan, Ferdiansyah Saputra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya puluhan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Ia menyebut penyebab banjir kuat diduga berasal dari aktivitas penambangan tersebut.
*[ Ferdiansyah Saputra – Sekretaris Nagari Painan]*
_”Ada sekitar puluhan KK yang terdampak banjir. Penyebabnya diduga dari aktivitas galian C itu. Air dan material langsung turun ke permukiman warga.”_
*ESDM Sumbar Akan Turun Lapangan*
Menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat, Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, Insuddin, menyatakan pihaknya akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.
*[ Insuddin – Kabid Pertambangan Dinas ESDM Sumbar]*
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas untuk menghentikan aktivitas tambang yang dinilai merugikan masyarakat dan mengancam keselamatan warga.(***)








