Muara Enim, Tipikorinvestigasi.id – Seorang warganet bernama Mita Aryani mengungkapkan kekecewaannya terkait penyaluran bantuan rumah. Melalui unggahannya di media sosial, Mita menyertakan beberapa foto rumah yang tampak tidak layak huni.
“Ini rumah-rumah yang wajib dapat bedah rumah di sungai rotan, tapi nyatanya nggak dapat. Yang dapat bantuan malah keluarga Pak Kades semua, sepupu, anak, menantu, dan orang-orang mampu, dapat semua bantuan,” tulis Mita.
Unggahan ini langsung mendapat perhatian dari warganet lainnya. Banyak yang memberikan komentar senada, mengungkapkan pengalaman serupa di daerah mereka masing-masing. Beberapa warganet juga menandai akun-akun pemerintah daerah terkait, berharap ada tindak lanjut atas keluhan tersebut.
Komentar Warganet Soal Bantuan Rumah: “Wajib Dapat Bantuan Kalau di Mate Toboh”
Sebuah komentar dari seorang warganet bernama Andre Tato menjadi perbincangan di media sosial. Dalam komentarnya, Andre menanggapi isu bantuan rumah dengan bahasa daerah yang khas.
Berdasarkan Penelusuran Warga tersebut warga desa Muara Lematang Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim (02/12/2025).
“Itu bukan rumarejab, dak Kade dk tau. Di rumah 4 itu memang wajib dapat bantuan, jangan gabek. Foto rumah, dapat bantuan, bukan Tuan rumah itu Wang Laen. Dapat bantuan. Kalau lagi di atas, semua rumah 4 itu. Kalau di mate toboh wajib dapat bantuan.
Tapi kalau di mate merka2 itu rumah 4 itu dak wajib dapat bantuan. Berdoa saja kalau Allah bisa mengubah segalanya. Maaf semuanya, jangan tersinggung, saya cuma numpang lewat,” tulis Andre.
Komentar ini memicu berbagai reaksi dari warganet lainnya. Beberapa setuju dengan pendapat Andre, sementara yang lain mengkritik pandangannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tudingan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran ini.













