Muara Enim, Tipikorinvestigasi.id – Proyek pembangunan siring (drainase) di Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, senilai Rp199.350.000,- yang baru rampung satu bulan lalu, kini menjadi sorotan tajam masyarakat.
Pasalnya, proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 ini diduga bermasalah dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas penggunaan anggaran.
Tim investigasi Tipikorinvetigasi.id yang turun langsung ke lapangan menemukan fakta bahwa aliran drainase tersebut tidak mengalir dengan lancar.
Hal ini disebabkan oleh adanya gorong-gorong di depan rumah warga yang tidak dibongkar dan dibersihkan, sehingga menghambat aliran air.
Kondisi ini memicu kekecewaan dan keraguan masyarakat terhadap kualitas pekerjaan yang dilakukan.
“Ini jelas proyek yang tidak direncanakan dengan matang. Bagaimana mungkin drainase bisa berfungsi kalau gorong-gorongnya tidak dibersihkan,’ Air jadi tergenang dan bisa menyebabkan masalah baru,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Pada Selasa (09/09/2025).
Ironisnya, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait permasalahan ini, Kepala Desa Sukamenang tidak berada di tempat dan sulit dihubungi.
Upaya menghubungi pihak pemborong, CV. Amanda Nugraha Amalia, juga tidak mendapatkan respon apapun.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini dikerjakan selama 90 hari kalender.
Namun, dengan kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik, masyarakat merasa uang rakyat telah terbuang sia-sia.
Mereka menuntut adanya penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
“Kami menduga ada indikasi kelalaian atau perencanaan yang buruk dalam proyek ini. Kami berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit dan evaluasi secara menyeluruh,” tegas warga lainnya.
Masyarakat Desa Sukamenang berharap agar permasalahan ini segera diselesaikan agar drainase dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak menjadi contoh proyek yang hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.
Mereka juga menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik, serta memastikan setiap proyek pembangunan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.










