Prabumulih, Tipikorinvestigasi.id – Keselamatan pengguna jalan di perlintasan kereta api kembali menjadi sorotan serius di Kota Prabumulih, khususnya di kawasan Pangkul Jaya, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai Kita Prabumulih (20/09/2025)
Tingginya risiko kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu di daerah tersebut telah menelan beberapa korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir, mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Pangkul untuk mengambil tindakan nyata sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan warganya.
Sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan, Pemdes Pangkul memutuskan untuk membangun pos jaga atau pos kamling.
Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pos pengawasan di perlintasan kereta api Pangkul Jaya. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi dan melayani masyarakat.
Kepala Desa Pangkul, Jakaria Yadi SH MM, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud tanggung jawabnya sebagai pemimpin desa.
“Sudah beberapa kali kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu.
Karena itu, kami merasa berkewajiban untuk mengambil langkah antisipasi agar peristiwa tragis ini tidak terus berulang,” tegas Jakaria belum lama ini.
Pos jaga yang akan dibangun nantinya tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan, tetapi juga akan berperan aktif dalam mengatur lalu lintas dan memberikan peringatan dini kepada warga yang hendak melintas.
Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang sering terjadi akibat kelalaian atau kurangnya informasi saat kereta melintas.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pemerintah desa peduli dan responsif terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
Jakaria menambahkan bahwa pembangunan pos jaga di perlintasan kereta api ini tidak dilakukan secara sembarangan. Pemdes Pangkul telah berkoordinasi intensif dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), bahkan hingga tingkat pusat.
“Memang agak ribet pengajuannya, sampai ke pusat sana, namun
kami berkomitmen untuk memastikan semua prosedur dipenuhi demi keselamatan warga,” pungkasnya.
Proses koordinasi yang ketat ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan program yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan proyek ini, Pemdes Pangkul berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Prabumulih untuk mengatasi kekurangan biaya yang mungkin timbul.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih, terutama dalam hal pendanaan, agar pembangunan pos jaga ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Jakaria.
Langkah Pemdes Pangkul ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini adalah contoh bagaimana pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya.
Bukan tak beralasan hal ini dilakukan Kepala Desa karena jalur perlintasan kereta api ini tidak resmi.
Dan saat ini pihak PJKA belum bisa memperjuangkan nasib mereka, kalau-kalau bae isok isok Pemerintah Kota Prabumulih dapat memperjuangkan uang lelah mereka.
Penulis Editor Pewarta Sumsel









