MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Budi Rizkiyanto dan rekan-rekannya menyampaikan rasa prihatin mendalam terkait kejadian ambruknya rumah warga di Desa Pulau Panggung, Dusun I, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Musibah ini terjadi pada Sabtu (25/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, yang menimpa rumah milik seorang warga bernama Hodijah.
Sebagaimana yang diajarkan dalam agama, “Sesungguhnya pada kesusahan ada kemudahan” (QS. Ash-Sharh: 5), setiap musibah yang menimpa adalah ujian dari Allah SWT yang datang dengan hikmah kebaikan di baliknya.
Kita percaya bahwa segala sesuatu yang datang dari Tuhan akan kembali kepada-Nya, dan di balik setiap cobaan terdapat kebaikan yang mungkin belum terlihat oleh mata kita saat ini.
Berdasarkan keterangan warga sekitar dan hasil pantauan Budi Rizkiyanto di lokasi kejadian, rumah yang ambruk merupakan bangunan lama dengan struktur kayu yang telah mengalami pelapukan.
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab utama runtuhnya bangunan, karena kayu tidak mampu lagi menopang beban atap genteng yang cukup berat. Peristiwa ambruknya rumah terjadi secara tiba-tiba pada pagi hari.
Untungnya, penghuni rumah tidak berada di bawah bangunan saat kejadian terjadi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka hal ini menjadi salah satu bukti nikmat yang patut disyukuri di tengah musibah, demikian yang disampaikan Budi Rizkiyanto setelah melakukan verifikasi langsung di lokasi.
Namun demikian, kerusakan yang ditimbulkan tergolong parah, karena sebagian besar konstruksi rumah roboh dan tidak dapat difungsikan kembali.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat hampir seluruh bagian rumah mulai dari atap, dinding, hingga struktur penyangga mengalami kerusakan berat.
Usai kejadian, masyarakat sekitar menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan melakukan gotong royong membantu pembongkaran sisa bangunan, membersihkan material reruntuhan, serta mengamankan area sekitar untuk menghindari kemungkinan terjadinya ambruk susulan yang dapat membahayakan warga.
Semangat kekeluargaan yang terlihat dalam momen sulit ini menjadi contoh bagi kita semua tentang pentingnya solidaritas antarwarga, ujar Budi Rizkiyanto yang juga turut membantu dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Budi Rizkiyanto dan rekan-rekannya mengajak pemerintah daerah mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten Muara Enim untuk dapat memberikan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan oleh keluarga korban.
Bantuan dapat berupa material pembangunan rumah baru, bantuan keuangan, atau dukungan lainnya agar korban dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Selain itu, diharapkan pemerintah juga dapat melakukan pemetaan terhadap rumah-rumah warga yang berusia tua dan berpotensi berbahaya, sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Kita berdoa semoga keluarga Hodijah diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap langkah mereka untuk bangkit kembali, serta membuka pintu rezeki yang lebih luas bagi mereka.
Meski saat ini harus menghadapi kesulitan, kita yakin bahwa di balik musibah ini terdapat hikmah kebaikan yang akan dinikmati kelak, baik di dunia maupun di akhirat.
Musibah ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi rumah-rumah warga yang sudah berusia tua, khususnya yang masih menggunakan struktur kayu.
Semoga kita semua dapat belajar dari peristiwa ini, lebih peduli terhadap sesama, dan selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan oleh Tuhan. (Budi Rizkiyanto)









