Oleh: Pewarta Sumsel
Dalam arus perjalanan zaman yang terus bergerak maju, kehadiran Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era modern ini sejatinya tidaklah hadir sebagai saingan maupun ancaman yang menakutkan bagi profesi jurnalistik. Jum’at (29/05/2026).
Sebaliknya, AI adalah sarana pendukung canggih yang dapat menjadi mitra kerja sekaligus media edukasi yang luar biasa bagi para jurnalis untuk semakin berkembang dan berkarya.
Sesungguhnya, seorang jurnalis sejati adalah mereka yang mampu menaklukkan zaman, bukan dikalahkan oleh perubahannya.
Kita wajib mampu beradaptasi dan tumbuh seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini.
Mulai dari pembuatan visual dan gambar, hingga penyusunan teks dan naskah berita, semua kini dapat terbantu dengan kehadiran teknologi.
Namun, satu hal penting yang tidak boleh kita lupakan: kreativitas dan nalar kritis manusia tetaplah menjadi raja.
Hasil karya yang dibantu oleh mesin hanyalah bahan dasar, maka wajib bagi kita untuk tetap mengedit, mengkaji, dan merevisinya.
Hal ini mutlak dilakukan agar karya jurnalistik yang kita hasilkan tidak menjadi kaku, datar, dan monoton, melainkan tetap memiliki jiwa, warna, dan kedalaman makna khas pemikiran manusia.
Selamat berkarya dan teruslah menebar manfaat, para sahabat jurnalis di manapun berada! Mari kita jadikan teknologi sebagai jembatan untuk menyampaikan kebenaran yang lebih luas.
Salam Satu Pena,
Pewarta Sumsel










