Prabumulih, Tipikorinvestigasi.id – Di tengah lapangan Talang Jimar, Kota Prabumulih, impian dan harapan beradu dalam turnamen voli yang meriah. Namun, Sabtu sore (23/08/2025), kebahagiaan itu direnggut paksa oleh angin kencang yang merobohkan tenda penonton, meninggalkan Sandi (20) dan Bima (10) terbaring kritis di rumah sakit, dan menyisakan duka mendalam di hati para saksi mata.
Pukul 16.00 WIB, langit yang semula bersahabat tiba-tiba berubah menjadi saksi bisu tragedi. Angin menderu kencang, menerbangkan debu dan harapan, memaksa para penonton yang sedang menikmati pertandingan voli berhamburan mencari perlindungan.
“Saya lihat tenda itu menari-nari seperti mau terbang. Lalu, dalam sekejap, ‘kraaakkk!’ Roboh semua menimpa orang-orang,” ujar Rina, seorang penonton yang selamat dengan mata berkaca-kaca.
Di antara kerumunan yang panik, Sandi, seorang pemain voli muda berbakat, dan Bima, seorang bocah yang bercita-cita menjadi atlet profesional, tak sempat menghindar. Tiang tenda yang roboh menghantam kaki Sandi, membuatnya mengerang kesakitan. Sementara itu, reruntuhan tenda menimpa kepala Bima, membuatnya terkapar tak sadarkan diri.
“Sandi… Bima… Bangun, Nak! Jangan tinggalkan kami,” teriak histeris Sumber Alam, panitia turnamen yang dengan sigap membawa kedua korban ke Rumah Sakit Pertamina Prabumulih, berharap keajaiban datang.
Pantauan Tipikorinvestigasi.id di lokasi kejadian menggambarkan betapa mengerikannya peristiwa tersebut. Tenda penonton rata dengan tanah, menyisakan puing-puing dan trauma mendalam bagi para saksi mata.
Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Heri Sulistiyo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. “Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti robohnya tenda ini dan memastikan tidak ada kelalaian,” tegasnya.
Kepala Dinas DKOP Prabumulih, Joko, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. “Kami akan memberikan santunan dan memastikan Sandi dan Bima mendapatkan perawatan terbaik,” ujarnya.
Tragedi ini telah merenggut keceriaan turnamen voli yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan hiburan. Kini, Sandi dan Bima berjuang untuk hidup mereka, sementara keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat Prabumulih mengirimkan doa dan harapan terbaik.
Tipikorinvestigasi.id mengajak seluruh pembaca untuk bersama-sama mendoakan kesembuhan Sandi dan Bima. Semoga mereka segera pulih, dapat kembali meraih mimpi-mimpi mereka, dan tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.








