Prabumulih, Tipikorinvestigasi.id – Warga Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, hidup dalam keresahan akibat pemadaman listrik yang seolah menjadi agenda rutin. Keluhan demi keluhan terus bermunculan, mencerminkan betapa masalah ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambat perekonomian lokal. Sabtu (23/08/2025).
“Dalam seminggu, bisa 3-4 kali listrik padam. Kadang cuma sejam, kadang sampai berjam-jam,” ujar Rina, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT 02. “Anak-anak jadi susah belajar, apalagi kalau malam mau ujian. Terpaksa pakai lilin, boros!”
Dampak Ekonomi Menggerogoti Warga
Pemadaman listrik bukan hanya sekadar mengganggu kenyamanan. Lebih dari itu, aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat. Usaha kecil yang bergantung pada listrik terpaksa merugi setiap kali pemadaman terjadi.
“Setiap kali listrik padam, saya bisa rugi hingga ratusan ribu rupiah karena bahan makanan cepat busuk,” keluh Ibu Aminah, pemilik warung nasi di Jalan Merdeka. “Sudah sering begini, mau tidak mau kami terpaksa merugi.”
Menurut data yang dihimpun Tipikorinvestigasi.id, Kelurahan Muara Dua memiliki sekitar 500 pelanggan PLN. Sebagian besar adalah pelaku usaha mikro dan kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Akibat pemadaman yang sering terjadi, diperkirakan kerugian kumulatif mencapai jutaan rupiah per bulan.
PLN Wilayah Berjanji, PLN Lokal Bungkam
Menanggapi keluhan warga, juru bicara PLN wilayah Sumatera Selatan, Bambang Sudarsono, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik di Prabumulih Timur. “Kami menyadari betul keluhan warga dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim kami sedang bekerja keras melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Namun, upaya konfirmasi dari Tipikorinvestigasi.id kepada pihak PLN yang bertugas di Kota Prabumulih tidak mendapatkan respons sama sekali. Pesan WhatsApp yang dikirimkan sejak pagi tidak dibalas, dan panggilan telepon tidak diangkat. Upaya menghubungi kepala PLN Prabumulih juga tidak membuahkan hasil.
Bambang menjelaskan bahwa penyebab utama pemadaman adalah gangguan pada jaringan distribusi akibat cuaca buruk dan faktor usia peralatan. “Kami terus berupaya melakukan modernisasi jaringan dan mengganti peralatan yang sudah tua,” tambahnya.
Warga Skeptis, Pemerintah Daerah Diharapkan Bertindak
Warga Muara Dua mengaku skeptis dengan janji-janji PLN. “Sudah sering dengar janji seperti itu, tapi buktinya tetap saja mati lampu,” ujar Bapak Herman dengan nada kesal. “Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.”
Pemerintah Kota Prabumulih diharapkan dapat turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Selama ini, belum ada tindakan konkret yang diambil untuk menekan PLN agar segera menyelesaikan masalah pemadaman.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa menjembatani komunikasi antara warga dan PLN, serta memberikan solusi alternatif jika PLN gagal memberikan pelayanan yang baik,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Warga Muara Dua menuntut solusi jangka panjang dari PLN agar pemadaman listrik tidak lagi menjadi mimpi buruk yang menghantui mereka setiap hari. Tipikorinvestigasi.id mengajak pembaca untuk ikut mengawal masalah ini dan menuntut transparansi dari PLN.








