Sumsel,Tipikorinvestigasi.id – Kerusakan infrastruktur jalan nasional dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) di Sumatera Selatan yang berlangsung sekitar satu tahun (2025-2026) telah viral di media sosial. Ruas yang terdampak meliputi Sekayu – Mangun Jaya – Beruge – Sugi Waras (Kecamatan Babat Toman), hingga Desa Ngulak (Kecamatan Sanga Desa), serta batas Kecamatan Muara Lakitan – Muara Kelingi – Muara Beliti (Kabupaten Musi Rawas) dan Kota Lubuk Linggau.
M. Lekat Gonzales, tokoh masyarakat dan pejuang jalan nasional puluhan tahun, menegaskan saat diwawancara di Sugi Waras bahwa kondisi jalan sudah sangat parah. “Jalan ancur lebur seperti kubangan kerbau, banyak kendaraan roda dua dan roda empat rusak, korban lakalantas sudah berjatuhan akibat jalan buruk,” ujarnya.
Pantauan awak media Masa Rudi Hartono dari KompasTV86.com dan rekan-rekannya pada hari Rabu (14/1/2026) menunjukkan, ruas jalan Lubtas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Mangun Jaya – Sugi Waras – Keban – Macan Sakti (Kecamatan Sanga Desa, batas Kabupaten Musi Rawas Utara) sepanjang ±50 km hanya memiliki 4 km ruas yang baru dibangun dengan bantuan Gubernur Sumsel tahun 2024-2025.
Sementara itu, ruas dari Desa Keban ke Macan Sakti masih rusak parah, berlumpur, dan sering membuat kendaraan terjebak.
Selama monitoring dari Desa Sugi Waras menuju Desa Ngulak sepanjang ratusan km, ditemukan bahwa masyarakat dari Muba, Musi Rawas, bahkan pengguna jalan dari Sumatera dan Jawa banyak mengeluh.
“Kegiatan kami terganggu, baik anak sekolah SD, SMP, SMA/SMK, PNS, maupun pelaku usaha,” ungkap salah satu siswa SMA dari Sanga Desa.
Sebagai tokoh pergerakan pembangunan jalan nasional, M. Lekat (dikenal sebagai Kuyung Lekat) mewakili rakyat Sumsel mengajukan harapan kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto.
“Kami minta Bapak Presiden memerintahkan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, dan anggota DPR RI untuk turun ke lapangan langsung mendengar keluhan masyarakat.
Jalan nasional di Sumsel sudah bertahun-tahun rusak, berdampak pada kerusakan kendaraan, korban tewas dan luka ringan, serta kenaikan harga sembako,” tegasnya.
Sebulan yang lalu, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati Muba M. Toha Tohet telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi setelah pemberitaan viral.
Bersama Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, dilakukan acara ground breaking dengan rencana membangun jalan baru sepanjang ±2 km dari Desa Beruge ke Sugi Waras.
Kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan karena sering terjadi longsor, tergerus arus Sungai Musi hingga menyebabkan kendaraan terjungkal ke sungai.
Selain itu, jalan di tengah Desa Sugi Waras yang kecil tidak bisa dilewati kendaraan besar, pernah terjadi rumah warga ditabrak kendaraan berat, dan menyulitkan anak kecil serta lansia untuk menyeberang akibat lalu lintas padat. (Budi Rizkiyanto)
Berita ini sudah tayang di Media KompasTV86.com






