MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Di tengah hamparan kebun yang mulai dipenuhi buah kopi merah siap petik, harapan petani akan meraih keuntungan layak justru tergerus oleh turunnya harga jual kopi yang terus merosot.
Kondisi ini terjadi di Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (24/4/2026).
Dalam beberapa bulan terakhir, harga kopi mengalami penurunan cukup signifikan. Dari yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, kini kopi kualitas terbaik hanya dihargai sekitar Rp47 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara untuk kualitas di bawahnya, harga jual jauh lebih rendah.
Para petani pun terancam merugi karena biaya perawatan kebun yang telah dikeluarkan selama berbulan-bulan tidak sebanding dengan hasil panen yang diterima.
Salah seorang petani kopi, Kalam, mengatakan bahwa penurunan harga seperti ini hampir selalu terjadi setiap tahun dan diduga dikendalikan oleh tengkulak dari luar daerah.
“Setiap tahun saat panen raya, harga kopi selalu turun. Kami menduga ini dimainkan oleh tengkulak luar daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Markun, salah satu pengepul kopi setempat, membenarkan adanya penurunan harga tersebut. Ia menyebutkan hanya kopi berkualitas super yang masih bisa dihargai hingga Rp47 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram.
Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi para petani, terutama saat musim panen mulai berlangsung. Mereka berharap harga kopi bisa segera membaik agar hasil panen tidak berujung kerugian.
“Kami berharap harga bisa naik lagi, minimal di atas Rp50 ribu per kilogram,” ungkap Kalam.
Sebagian petani juga mengenang masa ketika harga kopi berada di titik tertinggi. Pada tahun sebelumnya, harga kopi bahkan sempat menyentuh angka Rp70 ribu per kilogram.
“Kalau bisa kembali seperti tahun kemarin sampai Rp70 ribu. Walaupun panen tidak terlalu banyak, kalau harga tinggi tetap menguntungkan,” ujar petani lainnya.
Para petani kopi di Semende Raya kini hanya bisa berharap harga kembali stabil agar jerih payah mereka selama berbulan-bulan tidak sia-sia.








