Tipikorinvestigasi.id,MUARA ENIM – Kejadian tak mengenakan terjadi pada salah satu wartawan media online Nopri Hartono,dari Media Selidikkasus.com yang di duga di intervensi oleh salah satu Kepala Desa Kecamatan Semende Darat Laut,MBP yang merupakan Kades Pulau Panggung.
Hal ini terjadi lantaran yang bersangkutan pernah menerbitkan pemberitaan terhadap kinerja Kepala Desa di Kecamatan Semende Darat Laut.

Kejadian bermula ketika Nopri Hartono sedang melakukan kegiatan peliputan dalam acara memeriahkan HUT RI,lalu di panggil oleh kades dan beberapa rekanya,setelah di hampiri oknum kades Pulau Panggung (MBP) dengan nada keras dan arogan beliau mengatakan bahwa akibat berita yang di terbitkan oleh wartawan mereka telah di panggil oleh APH dan dengan enteng juga mengucapkan bahwa dirinya membenci wartawan yang memberitakan Kepala Desa,ucapnya.
“Gara gara berita yang diterbitkan kami telah di panggil oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan telah memberikan psikologis terhadap keluarga kami dan juga kami benci dengan wartawan yang selalu memberitakan kepala desa”ucapnya.
Nopri hartono sendiri tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh kades,terlebih dalam situasi yang ramai membuatnya merasa down dan seharusnya jika ada permasalahan bisa di bicarakan baik-baik dengan dirinya karena sejatinya wartawan menyampaikan informasi kepada publik dan seharusnya kepala desa terbuka bukan marah setelah di beritakan.
“Saya tidak mengerti apa yang di ucapkan para kades apalagi dalam situasi yang ramai banyak orang kalau memang ada permasalahan dengan saya seharusnya terbuka bukan marah-marah”ujarnya.13/08/2025
Sikap yang di tunjukan para kades ini menuai kecaman dari para jurnalis setempat,mereka menilai tekanan verbal terhadap wartawan adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers.(red)









