MUARA ENIM, Tipikorinvetigasi.id – Proyek rehabilitasi SMAN 2 Muara Enim senilai ratusan juta rupiah terancam mangkrak setelah puluhan pekerja bangunan melakukan aksi mogok kerja pada Selasa (09/09/2025).
Aksi ini diduga kuat dipicu oleh masalah konsumsi yang tidak memadai, kondisi kerja yang tidak manusiawi, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan proyek yang menggunakan dana publik.
Para pekerja bangunan yang ditemui di sekitar lokasi proyek mengungkapkan kekecewaan mendalam.

Mereka mengaku hanya diberi makan nasi bungkus dengan lauk seadanya, tidak sebanding dengan beratnya pekerjaan yang mereka lakukan.
“Kami ini kuli bangunan, butuh tenaga, butuh makan yang cukup. Kalau begini terus, bagaimana kami bisa kerja?” ujar salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Selain masalah konsumsi, para pekerja juga mengeluhkan tidak adanya papan informasi proyek yang seharusnya dipasang di lokasi. Hal ini menimbulkan kecurigaan terkait transparansi anggaran dan spesifikasi pekerjaan yang dilakukan.
“Kami tidak tahu berapa anggaran proyek ini, apa saja yang dikerjakan, bagaimana kualitas bahan yang digunakan. Semua serba tertutup,” keluh pekerja lainnya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Muara Enim, Herlina, S.Pd. M.Si, terkait permasalahan ini menemui jalan buntu. Herlina memilih untuk bungkam dan menghindar dari kejaran awak media. Sikap ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.
Ketua panitia, Sigit Andrianto, juga memilih untuk tidak memberikan komentar apapun.
Sumber terpercaya menyebutkan bahwa Sigit merasa tertekan dan khawatir akan adanya temuan penyimpangan dalam proyek ini.
“Pak Sigit itu orang baik, tapi dia sepertinya tidak berani bicara karena ada tekanan dari pihak-pihak tertentu,” ujar sumber tersebut.
Sikap bungkam dari pihak sekolah dan panitia proyek semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi atau penyimpangan dalam proyek rehabilitasi SMAN 2 Muara Enim.
Masyarakat dan pihak-pihak terkait mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran informasi tersebut. Masyarakat berharap masalah ini segera ditangani secara serius agar proyek rehabilitasi SMAN 2 Muara Enim dapat berlanjut dan selesai tepat waktu, serta tidak menjadi ajang korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.
Reporter Pewarta Sumsel
Penulis dan Editor Pewarta Sumsel











