MUARA ENIM, Tipikorinvestigasi.id – Guna memperkokoh sinergi dan kepedulian bersama menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Komandan Kodim (Dandim) 0404/Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri, S.Hub., Int., M.M. menerima kunjungan kerja dari 14 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad TA 2026.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban pada Rabu (02/09/2026) di Makodim 0404/Muara Enim.

Rombongan dipimpin langsung oleh Pembimbing Utama (Patun) Kolonel Kav Indarto didampingi Kolonel Inf Sahat Monang Saragih, S.E., dan disambut resmi oleh Dandim beserta para Perwira Staf Kodim.
Pertemuan utama berlangsung di ruang kerja Makodim, di mana Dandim memberikan pembekalan mendalam mengenai peta situasi Karhutla di wilayah hukum Kodim 0404/Muara Enim, khususnya di kawasan yang memiliki karakteristik rawan lahan gambut.
Dalam kesempatan tersebut, Patun Kolonel Kav Indarto menegaskan bahwa penanganan bencana ini menuntut persatuan lintas unsur.
“Sinergi erat antara TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan seluruh warga adalah kunci utama.
Kita tidak bisa berdiri sendiri menghadapi bahaya api yang mengancam lingkungan dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda setempat.
Dandim dalam sambutannya menyampaikan, “Selamat datang para Pasis Seskoad.
Apresiasi kami kepada seluruh elemen yang hadir. Pencegahan harus menjadi prioritas utama, jangan menunggu api membesar.
Edukasi, deteksi dini, dan kepedulian lingkungan adalah fondasi kuat dalam mencegah Karhutla di wilayah kita.”
Inti acara dipenuhi pemaparan materi oleh Danpok Pasis Mayor Inf Defry Rahmansyah, S.T.Han., M.M. kepada 24 peserta undangan.
Materi menekankan bahaya kebakaran serta pentingnya mengubah perilaku dengan menghentikan kebiasaan membuka lahan melalui cara dibakar.
Penyuluhan juga menyentuh aspek kesehatan yang krusial, disampaikan oleh Mayor Ckm dr. Ryan Tantri Ardo, Sp.N.
Beliau mengingatkan risiko asap yang dapat memperparah gangguan pernapasan dan memicu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
“Karhutla bukan sekadar kerusakan lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan nyawa manusia,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penukaran cenderamata berupa plakat: Dandim menyerahkan plakat kepada Kolonel Kav Indarto, dan dilanjutkan penyerahan plakat dari Danpok Pasis kepada Dandim sebagai tanda penguatan kerja sama.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga memaparkan mekanisme kerja lapangan: pemantauan harian, sistem respons cepat, serta keterkaitan koordinasi dengan pihak kepolisian yang terhubung melalui layanan 110 sebagai jalur laporan masyarakat yang cepat dan responsif.
Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran wawasan strategis antara dunia pendidikan keprajuritan dengan pelayanan publik di daerah.
Menutup rangkaian kunjungan, Dandim kembali menegaskan komitmennya:
“Karhutla adalah musuh bersama yang harus dilawan bersatu.
Pencegahan bukan hanya tugas petugas, melainkan butuh dukungan dan partisipasi seluruh warga.
Edukasi harus terus digencarkan. Kuncinya: cegah api sebelum terjadi, hindari membakar lahan. Jika api lepas kendali, dampaknya merusak alam, aktivitas, hingga kesehatan akibat asap,” tegas Letkol Sahid Winagiri.
Kunjungan berakhir dalam suasana akrab, tertib, dan penuh berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan musim kemarau di wilayah Kodim 0404/Muara Enim.














