Muara Enim, Tpikorinvestigasi.id – Proyek drainase miliaran rupiah di Muara Enim ini seharusnya menjadi simbol kemajuan, tapi mengapa justru disambut dengan sikap menghindar dari pelaksana, Ada apa ,.?? di balik tembok proyek ini,.!!!!! Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Kabupaten Muara Enim, berbagai proyek pembangunan terus digenjot, salah satunya adalah rekonstruksi siring jalan di Kelurahan Pasar III.
Proyek yang didanai oleh APBD Kabupaten Muara Enim tahun 2025 ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp. 993.894.550,- dan dikerjakan oleh CV. Rajawali Putra Menggala.
Namun, ada cerita menarik di balik proyek ini. Seorang jurnalis dari Tipikorinvestigasi.id yang berniat untuk meliput dan mendukung pembangunan di daerah, justru mendapatkan sambutan yang kurang bersahabat.
Saat tiba di lokasi proyek, pihak pelaksana langsung pergi menghindar, tanpa memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi atau sekadar bertukar informasi.
“Kami datang dengan niat baik, ingin melihat langsung bagaimana proyek ini berjalan dan memberikan dukungan positif. Tapi, begitu kami turun dari motor, pihak pelaksana langsung menghilang,” ujar jurnalis tersebut.
Kejadian ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa pihak pelaksana proyek seolah-olah menghindar dari media? Apakah ada sesuatu yang ingin disembunyikan?
Secara kasat mata, proyek ini memang terlihat berjalan dengan baik. Material yang digunakan tampak berkualitas, dan para pekerja juga dilengkapi dengan perlengkapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Namun, ketidakkomunikatifan pihak pelaksana proyek justru menimbulkan kecurigaan.
“Kami tidak melihat adanya kejanggalan dari segi teknis. Tapi, sikap pihak pelaksana yang kurang kooperatif ini membuat kami bertanya-tanya. Jangan-jangan ada hal lain yang tidak ingin mereka ungkapkan,” lanjut jurnalis tersebut.
Sebagai media yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas, Tipikorinvestigasi.id akan terus berupaya untuk mencari tahu kebenaran di balik proyek ini.
Kami telah berupaya menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada yang bisa memberikan konfirmasi secara pasti.
Masyarakat berhak tahu bagaimana dana publik digunakan. Proyek pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Catatan Redaksi : Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan Ayat (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers











