TNI-POLRI Jaga NKRI dari Akar Rumput Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sebagai Garda Terdepan

oleh
oleh

Oleh Deni Wijaya

Di setiap sudut wilayah Republik Indonesia, bahkan hingga pelosok desa dan kelurahan, keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terasa nyata.

banner 336x280

Melalui peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari TNI AD dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dari Polri, kedua institusi ini menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tingkat akar rumput.

Banyak dari pengorbanan mereka yang terjadi di balik layar, terkadang tidak disadari oleh sebagian masyarakat.

Babinsa berperan sebagai ujung tombak TNI dalam membina desa. Selain menjaga stabilitas keamanan militer wilayah, mereka juga terlibat aktif dalam pembangunan desa, penguatan ketahanan pangan, dan penanggulangan bencana alam.

Babinsa juga menjalin komunikasi erat dengan tokoh masyarakat dan pemuda, menggerakkan gotong royong, serta memberikan edukasi tentang pentingnya bela negara kepada warga.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mereka membangun kemitraan erat dengan warga, menyelesaikan permasalahan sosial secara dialogis, dan mencegah terjadinya gangguan keamanan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi hukum, melakukan kampanye anti-narkoba, serta mendampingi masyarakat dalam menangani konflik sosial, bencana, dan kegiatan keagamaan.

Keberadaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas pada kertas kebijakan, melainkan terwujud dalam aksi nyata di berbagai wilayah Indonesia:

-Di Papua, sebanyak 522 personel (150 Babinsa dan 372 Bhabinkamtibmas) terjun langsung untuk mengawasi penggunaan dana desa di empat kabupaten/kota pilot project, dengan target menjangkau seluruh wilayah Papua.

Meskipun menghadapi tantangan geografis dan sarana prasarana yang terbatas, upaya dilakukan agar setiap desa mendapatkan perhatian, bahkan jika awalnya satu personel harus menutupi beberapa kampung sekaligus.

Di Desa Kroya, Indramayu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan kunjungan rumah ke rumah warga.

Mereka menjalin silaturahmi, menyerap informasi terkait kondisi keamanan lingkungan, memberikan imbauan tentang pencegahan kejahatan, serta mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dan sistem keamanan lingkungan tempat tinggal.

Di Desa Warung Menteng, Bogor, keduanya aktif melakukan sambang warga untuk menyampaikan pesan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan edukasi tentang bahaya perdagangan orang.

Masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan setiap hal yang dianggap mencurigakan kepada pihak berwenang.

Di Padang Pariaman dan Pemalang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak hanya fokus pada urusan keamanan, melainkan juga terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan masyarakat, seperti pembangunan fasilitas umum, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan keagamaan.

Hal ini membangun kepercayaan yang kuat antara institusi keamanan dengan warga masyarakat.

Di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dari masing-masing Polsek telah menunjukkan peran pentingnya dalam berbagai aspek.

Di Desa Talang Ubi dan Desa Peninjauan Ilir, mereka secara berkala melakukan patroli bersama warga untuk menjaga keamanan lingkungan, terutama di kawasan perkebunan dan jalur pemukiman.

Selain itu, keduanya juga aktif terlibat dalam penyelesaian konflik antarpetani terkait hak guna tanah, serta memberikan edukasi tentang pentingnya memelihara persatuan antarumat beragama dan suku.

Saat musim kemarau tahun lalu, mereka bahkan menggerakkan masyarakat untuk melakukan gotong royong membangun sumur resapan dan membersihkan saluran irigasi, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI melalui kerja sama antarwarga.

Banyak dari upaya mereka berjalan tanpa disadari oleh sebagian besar masyarakat. Saat hujan petir mengguyur dan badai menerjang, mereka tetap menjalankan tugas patroli atau mengevakuasi warga yang terdampak.

Tak jarang mereka harus meninggalkan rumah meskipun cuaca ekstrem hanya untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

Pengorbanan tersebut juga menyentuh sisi pribadi mereka. Ada Babinsa yang harus meninggalkan istri yang tengah memasuki masa persalinan karena mendapatkan panggilan untuk menangani situasi darurat di desa yang menjadi tanggung jawabnya.

Ada juga Bhabinkamtibmas yang harus mengorbankan waktu bersama keluarga untuk mengantisipasi potensi kerusuhan atau membantu penanggulangan bencana alam.

Ketika “perintah dan panggilan Ibu Pertiwi” datang, semua urusan pribadi dan keluarga mereka ditinggalkan.

Mereka memilih berdiri di garis depan untuk melindungi negara dan rakyatnya, dengan keyakinan bahwa pengorbanan kecil mereka akan memberikan manfaat besar bagi keutuhan NKRI dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui peran yang konsisten, dekat dengan masyarakat, serta pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas membuktikan bahwa penjagaan NKRI tidak hanya terjadi di tingkat pusat atau daerah, tetapi benar-benar meresap hingga ke akar rumput kehidupan berbangsa dan bernegara.

banner 336x280

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Wartawan Asal Provinsi Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.